ANTROPOLOGI - KESENIAN KEBO KINUL SUKOHARJO
Kabupaten Sukoharjo adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat
pemerintahan berada di Sukoharjo,
sekitar 10 km sebelah selatan Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surakarta di utara, Kabupaten
Karanganyar di timur, Kabupaten
Wonogiri dan Kabupaten
Gunung Kidul di
selatan, serta Kabupaten
Klaten dan Kabupaten
Boyolali di
barat. Sukoharjo adalah kota yang sangat nyaman, kota yang asri dan menjadi
dambaan seperti slogan dari Sukoharjo itu sendiri yaitu Sukoharjo Makmur. Sukoharjo
MAKMUR juga mempunyai arti atau kepanjangan dari Maju Aman Konstitusional Mantap
Unggul Rapi. Sukoharjo terkenal dengan hasil pertanian, kerajinan, serta produksi
jamu. Selain itu Kabupaten Sukoharjo juga mempunyai nama sebutan yang cukup
terkenal, antara lain: Kota Makmur, Kota Tekstil, Kota Gamelan, The House of
Souvenir, Kota Gadis (Perdagangan, Pendidikan, Industri, dan Bisnis), Kabupaten
Jamu, Kabupaten Pramuka, dan Kabupaten Batik.
Potensi Kabupaten Sukoharjo juga memiliki
keungulan di bidang kesenian rakyat, salah satunya adalah pertunjukan Kebo
Kinul. Bagi kebanyakan orang, nama tersebut masih cukup asing. Maklum, kesenian
yang sudah ada sejak lama ini sangat jarang ditampilkan. Selama ini pertunjukan
Tari Kebo Kinul hanya sesekali ditampilkan dalam sebuah acara resmi yang
digelar Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Padahal,
sebagai kesenian rakyat, sudah selayaknya Kebo Kinul dilestarikan. Untuk itu,
dibutuhkan komitmen semua pihak agar tari ini tidak punah ditelan zaman. Namun sepanjang sejarah tarian
Kebo Kinul sudah pernah dipentaskan di sejumlah negara Eropa, seperti Jerman,
Prancis, Swiss, dan Belanda, pada 2005 dan tahun-tahun berikutnya. Pementasan
itu dalam rangka mengisi gelaran International Youth Conference (IYO).
Pada era 1980an Kebo Kinul dikenal sebagai
dolanan anak berbentuk seperti drama. Ada yang memerankan kebo atau kerbau
pembajak sawah, tikus atau walang sangit yang diumpamakan sebagai hama padi,
dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu masyarakat Sukoharjo mengkreasikannya
dengan tarian, kolaborasi musik tradional, dan lainnya. Masing-masing kreasi
memiliki ciri khas hingga membentuk semacam aliran. Isi cerita diambil dari
legenda Desa Genengsari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Kebo Kinul
adalah penjaga tanaman berbentuk orang-orangan dari jerami yang diyakini oleh
masyarakat sekitarnya sebagai simbol kesuburan.
Pertunjukan Kebo Kinul mengisahkan tentang
masyarakat Desa Genengsari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo yang
mengalami pagebluk (wabah penyakit yang menyerang manusia maupun
tanaman), warga gagal memanen hasil pertanian karena rusak yang tidak diketahui
apa penyebabnya. Setelah diteliti ternyata yang merusak adalah kebo kinul
sendiri yang dipercaya sabagai penjaga tanaman yang dibantu oleh hama tanaman
seperti: tikus, celeng, menthek, dll. Karena merasa tidak dihargai
keberadaanya, para petani melalaikan kewajibannya untuk mengadakan sesaji/ selamatan
ketika memanen hasil pertaniannya.
Warga desa tidak ada yang mampu
menjinakkan kebo kinul yang sedang mengamuk tersebut, akhirnya meminta
pertolongan kepada seorang Kyai bernama Kyai Pethuk. Kyai Pethuk meminta kepada
Kebo Kinul untuk tidak merusak semua tanaman, namun kebo kinul terus membabi
buta merusak tanaman warga, akhirnya peperangan sengit tidak terelakkan lagi.
Kyai Pethuk berdoa memohon petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa agar bisa
menghentikan pagebluk yang sedang terjadi, dengan sarana sebuah keris pusaka
akhirnya kebo kinul tunduk menyerah. Namun kebo kinul mempunyai permintaan agar
para warga memberikan sesaji mengadakan selamatan pada waktu memanen hasil
pertaniannya. Setelah warga desa menyanggupi permintaan tersebut lenyaplah
pagebluk yang melanda desa Genengsari. Kebo Kinul akhirnya menjadi sahabat
petani dalam hal menjaga dan mengolah tanaman agar terhindar dari hama, dan
hasil panenan dapat melimpah. Sebagai ungkapan rasa syukur karena telah terhindar
dari pagebluk, warga desa mengadakan syukuran dengan sajian tari-tarian untuk
menghibur warga masyarakat, sementara warga masyarakat juga ikut ambil bagian
dalam tarian tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar