REVIEW FILM 'THE NEW RULES OF THE WORLD' 2002
The
New Rules of The World (2002) merupakan film dokumenter karya John Pilgers.
Film ini dibuat berdasarkan pengalaman, hasil wawancara dan pengamatan yang
dilakukan John Pilgers selama beberapa tahun dan pada akhirnya berbagai
peristiwa yang dapat dikatakan sebagai rahasia dunia dapat terbongkar, begitu
pula tentang segala ketidakadilan terutama yang dilakukan oleh Amerika dan
sekutunya. Film ini bercerita tentang globalisasi yang
didesain agar menguntungkan negara-negara maju dengan tema utama adalah buruh
yang diperbudak serta utang luar negeri. John Pilgers menceritakan bahwa inilah
era the new rulers of the world, dimana
berbagai dampak globalisasi dibidang ekonomi, sosial, budaya dan politik sebuah
negara berkembang khususnya Indonesia lambat laun mulai mengalami keterpurukan.
Alur cerita diawali dengan tampilan gaya
hidup glamour yang dilakukan oleh orang-orang di kota besar. Selanjutnya,
alur film memperlihatkan bagaimana proses produksi produk-produk bermerek
seperti GAP, Reebok, Adidas, Nike dll. Diperlihatkan pula kondisi buruh yang ternyata sangat memprihatinkan.
Buruh-buruh digaji dengan upah kerja yang rendah, jam kerja yang
tidak teratur dimana setiap orang dipaksa bekerja selama 36 jam, dan kondisi
ruangan kerja yang tidak memenuhi standar kesehatan. Mereka di paksa untuk
memenuhi batas minimal produksi yang harus dicapai oleh masing-masing individu.
Sangat ironis dimana para buruh diperas tenaga, fisik dan mental hanya untuk
mengisi kantong-kantong para konglomerat. Kode etik yang dibuat perusahaan pun
sama sekali tidak terealisasi, pun jika ingin menuntut para buruh tidak cukup
berani dikarenakan takut kehilangan pekerjaan dan takut jikalau diberi hukuman atas
tindakannya.
Dapat dikatakan bahwa Indonesia digambarkan sebagai Negara kaya
SDA namun privatisasi digalakan, tingkat ketergantungan yang besar, kemiskinan
merajalela, dan kedaulatan politik terkikis. Hal ini memunculkan besarnya
hambatan untuk menuju cita-cita bangsa. Dengan kondisi ini, Negara yang besar
menjadi tidak merdeka atas dirinya sendiri. Dalam film ini sangat terlihat bahwa John Pilgers memusatkan perhatian
dan mendukung pada kaum bawah atau buruh, beberapa scene tentang rezim Soeharto masa orde baru hanyalah sebuah sisipan
dan bukanlah focus utama. Namun disisi lain, John Pilgers juga memojokan
organisasi-organisasi dunia ternama seperti IMF (internasional Money Funding),
WTO (World Trade Organization) dan World Bank. Terlihat dalam scene terakhir bahwa John mengutarakan
pendapatnya untuk menutup organisasi dunia tersebut dan menginiginkakan
masyarakat dunia untuk menuntut.
Meski sedikit membosankan saat
mengikuti alur dari awal sampai akhir, film ini terbilang sukses dalam
pembuatannya. Dengan adanya film the new
rulers of the world maka dunia akan melihat kebenaran yang sebenarnya
terjadi, tentang bagaimana awal mula Indonesia membuka pasar bebas pada saat
orde baru, dan momen pertama kali Indonesia memulai globalisasi sebenarnya. Secara
keseluruhan film ini bagus untuk ditonton terutama bagi kalangan mahasiswa.
Meski banyak jumping yang ditemukan
sehingga penonton merasa bingung karena tidak adanya keselarasan antara scene sebelum dan sesudah, namun ini
adalah hal yang wajar jika diimplementasikan dalam film documenter. Banyaknya
narasumber ternama yang terlibat seperti Dita Sari (Pimpinan Organisasi Buruh
dan mantan tapol), Jeffrey Winters, Nicholas Sterin (pimpinan ekonom World
Bank), dan Stanley Fischer (Wakil Direktur IMF) merupakan daya tarik tersendiri
bagi film ini karena tidak semua orang dapat bertemu bahkan untuk melakukan
wawancara, dan dengan adanya hidden shoot
menunjukan bahwa film ini memang patut mendapatkan sanjungan dan penghargaan.
Komentar
Posting Komentar