RESUME BUKU ANTROPOLOGI





BAB I
ASAS-ASAS DAN RUANG LINGKUP ILMU ANTROPOLOGI

    A.      Fase-fase Perkembangan Ilmu Antropologi
1.       Fase Pertama (Sebelum 1800)
Selama empat abad berselang. Dimulai sejak abad 15 hingga permulaan abad ke 16, bangsa Eropa menularkan pengaruh besar terhadap berbagai suku, bangsa, masyarakat hingga budaya setempat. Mereka melakukan penjajahan di tiga benua, afrika, asia dan amerika. Ketika bangsa Eropa menemukan suatu hal yang aneh, suatu hal-hal yang baru di tempat jajahannya. Mereka mencurahkan pengalaman-pengalaman yang mereka dapat ke sebuah tulisan. Kumpulan-kumpulan tulisan itu disebut Etnography. Terdapat beberapa pendapat dalam segi sudut pandang seseorang dalam memaknainya. Mulai dari beranggapan mereka (bangsa yang dijajah) adalah makhluk liar hingga sebutan-cebutan keturunan iblis dilontarkan. Ada juga yang mencoba mengumpulkan barang-barang antik lalu mengumpulkannya untuk diperlihatkan ke semua orang.
2.       Fase kedua (Sekitar abad ke-19)
Antropologi lebih condong digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat-tingkat budaya dengan meneliti sejarah penyebaran kebudayaan-kebudayaan di muka bumi. Orang Eropa menganggap kebudayaan bangsa-bangsa diluar Eropa adalah bangsa yang kuno. Dengan mempelajarinya sama halnya mereka mencari tahu sejarah penyebaran kebudayaan manusia. Karangan-karangan etnografi berdasarkan cara berfikir evolusi masyarakat. Maknanya masyarakat dan kebudayaan manusia berevolusi dengan sangat lambat hingga memerlukan waktu yang sangat lama.
3.       Fase ketiga (Permualaan abad ke 20)
Bahan-bahan etnografi lebih difahami lagi demi mengetahui seluk-beluk suatu bangsa, mempelajari kelemahan-kelemahannya lalu menaklukannya. Masa ini memperlihatkan bahwa disiplin ilmu Antropologi berperan aktif sebagai ilmu terapan. Tujuannya hanya untuk mengetahui pengertian masyarakat masa kini yang kompleks dan berfungsi untuk menundukkan bangsa-bangsa lain seperti benua Amerika, Asia dan juga Afrika yang sudah ada dalam genggaman Eropa barat.
4.       Fase keempat (Sesudah kira-kira 1930)
Pada masa ini perkembangan antropologi bertambah pesat dan luas. Bertambahnya pengetahuan yang lebih teliti dan ketajaman dalam metode ilmiahnya sangat mengesankan. Adanya perkembangan yang pesat ini mengakibatkan hilangnya sedikit demi sedikit masyarakat primitif dan kebudayaan-kebudayan kuno. Antropologi dimasa ini berperan dalam dua hal yakni, dalam bidang akademik dan juga tujuan praktis. Tujuan dalam bidang akademiknya berusaha untuk mencapai pengertian manusia dengan mempelajari keragaman bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya. Sedangkan tujuan praktisnya adalah mempelajari, memahami dan membangun masayarakat suku bangsa.

    B.      Antropologi Masa Kini
1.       Perbedaan-perbedaan di Berbagai Pusat Ilmiah
Di Amerika Serikat, ilmu antropologi telah memakai dan mengintegrasikan seluruh warisan bahan dan metode dari ilmu antropologi dalam fasenya yang pertama, kedua, dan ketiga, ditambah dengan berbagai spesialitas yang telah dikembangkan secara khusus untuk mencapai pemahaman tentang dasar-dasar dari keragaman bentuk masyarakat dan kebudayaan manusia yang tampak pada masa sekarang ini.  
Di Inggris dan negara-negara yang ada dibawah pengaruhnya seperti Australia, ilmu Antropologi dalam fase perkembangannya yang ketiga masih dilakukan, tetapi dengan hilangnya daerah-daerah jajahan Inggris, maka sifat dari ilmu antropologi tentu juga berubah. Dalam hal ini metode antropologi yang telah dikembangkan di Amerika Serikat juga sudah mulai mempengaruhi berbagai lapangan penelitian para ahli antropologi di Inggris.
Di Eropa Tengah seperti Jerman, Austria, dan Swiss, hingga kira-kira awal tahun 1970-an saja ilmu antropologi masih bertujuan mempelajari bangsa-bangsa diluar eropa untuk memahami tentang sejarah penyeberan kebudayaan seluruh umat manusia dimuka bumi ini. Jadi sifat antropologinya masih ada pada fase yang kedua.  Di Eropa Utara, di negara-negara Skandinavia, ilmu antropologi sebagian bersifat akademial, seperti Jerman dan Austria. Mereka juga mempelajari banyak daerah di benua-benua di luar eropa, tetapi keistimewaan mereka terletak dalam hasil-hasil penelitian tentang kebudayaan suku bangsa Eskimo.  
Di Uni soviet, perkembangan ilmu antropologi diluar tidak banyak dikenal karena Uni Soviet hingga kira-kira sekitar tahun 1960 memang seolah-olah mengisolasikan diri dari dumia lainnya. Sehingga demikian, beberapa tulisan tentang perkembangan ilmu antropologi di Uni Soviet menunjukkan bahwa aktifitas penelitian antropologi disana sangat besar. Ilmu antropologi di Uni Soviet berdasarkan konsep Karl Marks dan Fredrich Engels mengenai tingkat-tingkat evolusi masyarakat.  Di negara-negara bekas jajahan Inggris, terutama di India, metode antropologi mendapat pengaruh besar dari aliran –aliran di Inggris, dan ilmu itu mendapat suatu fungsi yang sangat praktis dalam hal mencapai pengetian keragaman kehidupan masyarakat di India dan guna kepentingan-kepentingan yang praktis dalam hubungan antara golongan-golongan penduduk itu.
2.       Perbedaan-perbedaan Istilah 
·         Ethnogrhaphy   : “Pelukisan tentang bangsa-bangsa” dipakai umum di Eropa Barat untuk menyebut bahan keterangan yang bermaktub dalam karangan-karangan tentang masyarakat dan kebudayaan suku bangsa di luar Eropa.
·         Ethnology           : “Ilmu Bangsa-bangsa” khusus untuk mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah perkembangan kebudayaan manusia. Dipergunakan di Amerika dan Inggris.
·         Volkerkunde      : “Ilmu bangsa-bangsa” Dipergunakan di Eropa tengah sampai sekarang.
·         Kulturkunde       : “Ilmu kebudayaan” dipakai oleh L.Frobenius dalam arti yang sama dengan ethnology di Amerika.
·         Anthropology    : “Ilmu tentang manusia” Tentang ras-ras manusia dipandang dari ciri-ciri fisiknya.
·         Curtural anthoropology : Istilah untuk menyebut bagian dari ilmu antropologi yang tidak mempelajari manusia dari sudut fisiknya.
·         Social anthropology di pakai di Inggris untuk menyebut antropologi dalam fase ketiganya, sebagai lawan ethnology,yang di sana di pakai untuk menyebut antropologi dari fase-fase sebelumnya. Di Amerika di mana segala macam metode yang saling bertentangan di selaraskan menjadi satu, social anthropology dan ethnology merupakan dua subbagian dalam ilmu antropologi.

    C.      Ilmu-Ilmu Bagian dari Antropologi
1.       Lima Ilmu Bagian dari Antropologi
Lima masalah penelitian khusus antropologi yaitu:
·         Masalah sejarah asal dan perkembangan manusia (atau evolusinya) secara biology
·         Masalah sejarah terjadinya beragam makhluk manusia, di pandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
·         Masalah sejarah asal, perkembangan, dan penyebaran beragam bahasa yang di ucapkan manusia di seluruh dunia.
·         Masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan manusia di seluruh dunia.
·         Masalah mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi.
Lima bagian dari ilmu antropologi
·         Paleo-antropologi adalah ilmu bagian yang meneliti asal-usul atau terjadinya dan evolusi manusia dengan mempergunakan sisi-sisa tubuh yang telah membantu (fosil-fosil manusia) tersimpan dalam lapisan-lapisan bumi yang harus di dapat oleh si peneliti dengan berbagai metode penggalian.
·         Antropologi fisik dalam arti khusus adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia di pandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya.
·         Etnolinguistik atau Antropologi Linguistic adalah suatu ilmu bagian yang asal mulanya berkaitan erat dengan ilmu antropologi.bahkan penelitiannya yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang cirri-ciri dan tempat di muka bumi ini, terkumpul bersama-sama dengan bahan kebudayaan suku bangsa.
·         Prehistori, mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal huruf.
·         Etnologi adalah bagian ilmu yang mencoba mencapai pengertian mengenai asas-asas manusia, dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku bangsa yang tersebar di saeluruh muka bumi pada masa sekarang ini.
Deascriptive integration dalam etnologi mengolah dan mengintegrasikan menjadi satu hasil penelitian dari sub-sub ilmu antropologi fisik, etnolinguistik, ilmu prehistori,dan etnografi. descriptive integration selalu mengenai satu daerah tertentu.
2.       Spesialis Antropologi
Spesialisasi antropologi lain baru berkembang dengan pesat setelah perang dunia II, dalam hubungan dengan masalah pembangunan di Negara-negara berkembang. Di samping itu timbul beberapa spesialisasi antropologi lain, yaitu antropologi pembangunan atau development anthropology yang menggunakan metode-metode, konsep-konsep dan teori-teori antropologi untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat desa, masalah sikap petani terhadap teknologi baru dan sebagainya. Akhirnya perlu di sebut suatu spesialisasi yang paling bar dalam antropologi, yaitu subilmu antropologi untuk psikiatri. Di antara penyakit-penyakit jiwa yang di obati oleh para dokter penyakit jiwa atau psikiater, ada yang bukan di sebabkan karena kerusakan dalam otak atau dalam organ, melainkan karena jiwa dan emosi yang tertekan.

    D.      Hubungan antara Antropologi-Sosial dan Sosiologi
1.       Persamaan dan Perbedaan antara Kedua Ilmu
Ilmu antropolgi sosial berusaha mencari unsur-unsur yang sama diantara beragam masyarakat dan kebudayaan manusia. Tujuannya adalah untuk mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia pada umumnya. Dalam hal-hal tersebut juga merupakan tujuan dari ilmu sosiologi sehingga dipandang dari sudut tujuan keduannya seolah-olah sama. Sebaliknya, kalau ditinjau lebih khusus, akan tampak beberapa perbedaan, yaitu:
·         Kedua ilmu itu masing-masing mempunyai asal mula dan sejarah perkembangan yang berbeda
·         Asal mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya suatu perbedaan pengkhususan pada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu itu
·         Asal mula sejarah yang berbeda juga telah menyebabkan berkembangnya beberapa metode dan masalah yang khusus dari kedua ilmu itu masing-masing
2.       Sejarah Perkembangan Sosiologi
Pada mulanya ilmu sosiologi hanya merupakan bagian dari ilmu filsafat.para ahli filsafat yang menganalisis segala hal yang ada dalam alam sekelilingnya,juga tidak lupa memekirkan tentang masyarakatnya. Pada fase kedua, tepatnya setelah timbul krisis-krisis besar dalam kehidupan masyarakat bangsa eropaa (seperti revolusi prancis,revolusi industry,dan sebagainya),timbul kegiatan menganalisis masalah-masalah masyarakat yang semakin di galakkan.
3.       Pokok Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi
Kesimpulannya adalah perbedaan antara antropologi dan sosiologi tidak dapat di tentukan lagi oleh perbedaan antara masyarakat suku bangsa diluar lingkungan Eropa-Amerika dengan masyarakat bangsa Eropa-Amerika. Kemudian kalau perbedaan itu juga tidak dapat di tentukan oleh perbedaan antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan, maka perbedaan nyata harus di cari, yaitu kedua ilmu itu memakai metode ilmiah yang berbeda.
4.       Metode Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi
Antropologi mempunyai pengalaman yang lama dalam hal meneliti kebudayaan-kebudayaan suku bangsa penduduk pribumi di Amerika,Asia, Afrika, dan Oseania. Suku-suku bangsa ini biasanya hidup di dalam masyarakat-masyarakat pedesaaan yang kecil, yang dapat di teliti dalam keseluruhannya sebagai kebulatan. Sebaliknya, ilmu sosiologi selalu lebih memusatkan perhatian pada unsure-unsur atau gejala khusus dalam masyarakat manusia, dengan menganalisis kelompok-kelompok social yang khusus (social grouping) hubungan antara kelompok-kelompok atau individu-individu (social relations) atau proses-proses yang terdapat dalam kehidupan suatu masyarakat (social processes).
Pengalaman dalam hal meneliti masyarakat kecil telah member kesempatan pada para ahli antropologi untuk mengembangkan berbagai metode penelitian yang bersifat penelitian intensif dan mendalam misalnya dengan metode wawancara. Sebaliknya, para ahli sosiologi yang biasanya meneliti masyarakat kompleks, lebih banyak mempergunakan berbagai metode penelitian yang bersifat penelitian meluas, seperti dengan metode angket. Dunia antropologi mempunyai pengalaman yang lama dalam hal menghadapi keragaman (diversitas) yang besar antara beribu-ribu kebudayaan dalam masyarakat kecil yang tersebar di seluruh muka bumi ini. Sosiologi lebih banyak berpengalaman dalam hal meneliti gejala masyarakat perkotaan yang kompleks dan kurang memperhatikan sifat beragam hidup masyarakat dan kebudayaan manusia yang menjangkau seluruh dunia.
    E.       Hubungan antara Antropologi dan Ilmu-ilmu Lain
Kecuali dengan ilmu psikologi dan ilmu sosiologi seperti yang kita lihat di atas, ilmu antropologi serta sub-sub ilmunya juga mempunyai hubungan yang sangat banyak dengan ilmu-ilmu lain. Hubungan itu biasanya bersifat timbal-balik. Antropologi perlu bantuan ilmu-ilmu lain itu, dan sebaliknya ilmu-ilmu lain itu masing-masing juga memerlukan bantuan antropologi. Ilmu-ilmu lain yang terpenting  di antaranya adalah :

·         Ilmu geologi
·         Ilmu paleontologi
·         Ilmu anatomi
·         Ilmu kesehatan masyarakat
·         Ilmu psikiatri
·         Ilmu linguistic
·         Ilmu arkeologi
·         Ilmu sejarah
·         Ilmu geografi
·         Ilmu ekonomi
·         Ilmu hukum adat
·         Ilmu administrasi
·         Ilmu politik


    F.       Metode Ilmiah dari Antropologi
1.    Metode Ilmiah dan Pengumpulan Fakta
Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala cara yang di gunakan dalam ilmu tersebut, untuk mencapai suatu kesatuan pengetahuan.tanpa metode ilmiah, suatu ilmu pengetahuan bukanlah suatu ilmu melainkan suatu himpunan pengetahuan saja, tentang berbagai gejala alam atau masyarakat, tanpa ada kesadaran tentang hubungan antara gejala-gejala yang terjadi. Kesatuan pengetahuan itu dapat di capai oleh para saarjana yang bersangkutan melalui tiga tingkat, yaitu:
·         Pengumpilan data
·         Penentuan cirri-ciri umum dan system
·         Verifikasi
Untuk antropologi-budaya, tingkat ini adalah pengumpulan fakta mengenai kejadian dan gejala masyarakat dan kebudayaan untuk pengolahan secara ilmiah. Pada umumnya, metode-metode pengumpulan fakta dalam ilmu pengetahuan dapat di golongkan ke dalam tiga golongan dan masing-masing mempunyai perbedaan pokok, yaitu:
·         Penelitian di lapangan
·         Penelitian di laboratorium
·         Penelitian dalam perpustakaan
Untuk ilmu antropologi-budaya penelitian lapangan merupakan cara yang terpenting untuk mengumpulkan fakta-faktanya;selain itu penelitian di perpustakaan juga penting. Sedangkan metode-metode penelitian di labiratorium (yang merupakan metode pengumpulan fakta yang utama dalam ilmu-ilmu alam dan tegnologi), hamper tidak berarti untuk ilmu antropologi.
2.    Penentuan Ciri-ciri Umum dan Sistem
Ilmu antropologi yang bekerja dengan bahan berupa fakta-fakta berasal dari sebanyak mungkin macam masyarakat dan kebudayaan dari seluruh dunia, untuk mencari cirri-ciri umum di antara beragam fakta tersebut di gunakan berbagai metode perbandingan (metode komparatif). Dalam ilmu-ilmu alam, penentuan ciri-ciri umum dan system dalam fakta-fakta alam di lakukan dengan cara mencari perumusan-perumusan yang menyatakan berbagai macam hubungan mantap antara fakta-fakta tadi. Mengenai kemungkinan adanya kaidah-kaidah tentang tingkah laku manusia dalam kehidupan masyarakat itu, masih ada beberapa anggapan yang bertentangan di antara para sarjana. Sebagian berkata bahwa fakta-fakta mengenai tingkah laku manusia itu tidak mungkin dapat di rumuskan ke dalam kaidah-kaidah yang mantap, sedangkan bagian lain berkata bahwa sampai suatu batas tertentu hal itu mungkin. Pada abad ke-19 pernah ada para sarjana yang menganut anggapan sebaliknya yaitu bahwa ilmu-ilmu social itu dapat merumuskan kaidah-kaidah mengenai semua gejala kehidupan masyarakat dan kebudayaan manusia, tetapi sekarang anggapan yang seperti itu sudah berkurang di dunia ilmiah. Anggapan yang lazim saat ini, berada di antara kedua ekstrem tadi.pada ilmu-ilmu social, dan ilmu antropologi, sebagian besar dari pengetahuannya bersifat “pengertian” mengenai kehidupan masyarakat dan keudayaan. Namun ada pula pengetahuan yang berupa kaidah-kaidah social budaya.
3.    Verifikasi
Metode-metode untuk verifikasi atau pengujian terdiri dari cara-cara menguji rumusan kaidah-kaidah atau memperkuat “pengertian” yang telah dicapai, di lakukan dalam kenyatan-kenyatan alam atau masyarakat yang hidup. Ilmu antropologi yang lebih banyak mengandung pengetahuan berdasarkan “pengertian” dari pada pengetahuan yang berdasarkan kaidah, mempergunakan metode-metode verifikasi yang bersifat kuantitatif. Dengan mempergunakan metode-metode kualitatif, ilmu antropologi mencoba memperkuat pengertiannya dengan menerapkan pengertian itu dalam kenyataan, yaitu pada beberapa masyarakat yang hidup, tetapi dengan cara mengkhusus dan mendalam. Pada metode kuantitatif sering di gunakan cara-cara untuk mengolah fakta social dalam jumlah yang besar, dan metode itu disebut statistic. Metode statistic yang dulu memang kurang di pergunakan dalam ilmu antropologi, sementara sekarang mulai menjadi suatu metode analisis yang sangat penting dalam ilmu itu.

    G.     Tenaga Sarjana, Lembaga, Majalah, dan Prasarana Ilmu Antropologi
1.    Kehidupan Ilmiah
Suatu cabang ilmu pengetahuan dikatakan hidup apabila para ahli di bidangnya melakukan kegitan – kegiatan penelitian untuk memecahkan berbagai macam masalah ilmiahnya. Dengan demikian para ahli lain dapat memeriksa kebenaran hasil –hasil itu, atau dapat memakainya sebagai landasan untuk mengembangkan persoalan – persoalan dan penelitian – penelitian lebih lanjut.
2.    Para Tokoh Sarjana Antropologi
Pada fase pertama perkembangannya, antropologi belum memiliki tokoh–tokoh ahli. Para tokoh antropologi dari fase kedua merupakan tokoh–tokoh ahli ilmu antropologi. Pada waktu itu juga ada ahli antropologi yang terpengaruh oleh teori evolusi masyarakat, tetapi mereka lebih tertarik akan masalah sejarah penyebaran kebudayaan suku bangsa diseluruh muka bumi dari satu benua ke benua yang lain. Para tokoh antropologi dalam fase perkembangan ketiga terutama berasal dari negara - negara yang mempunyai tanah jajahan. Para tokoh antropologi dalam faseperkembangannya yang keempat, pada mulanya berasal dari Amerika Serikat.
3.    Lembaga–lembaga dan Majalah–majalah Antropologi
Salah satu majalah antropologi yang paling penting dan perlu dimiliki oleh tiap ahli antropologi yang paling penting dan perlu dimiliki oleh tiap ahli antropologi atau tiap orang yang mau menjadi ahli antropologi adalah Current Anthropology, diterbitkan oleh University of Chicago Press.
Amerika adalah Negara yang mempunyai lembaga, organisasi, dan perkumpulan antropologi yang terbanyak jumlahnya. Tiga penting diantaranya:
·         American Anthropological Association
·         American Association of Physical Anthropology
·         Instituteof Human Relations
Lembaga – lembaga antropologi dari negara Inggris amat penting untuk kemajuan ilmu antropologi pada umumnya, karena lembaga–lembaga tersebut menerbitkan majalah–majalah ternama, yaitu:
·         Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland
·         International Africa Institute
Dalam kalangan ilmu antropologi majalah –majalah yang diterbitkan di Australia atau New Zealand juga penting:
·   Australian National Research Council. Lembaga ini menerbitkan sebuah majalah antropologi, Ocenia.
·       Polynesian Society. Menebitkan sebuah majalah ilmiah yang selalu memuat karangan – karangan dalam antropologi, yaitu Journal of the Polynesian Society.
Negara Jerman, Australia, dan Swiss juga merupakan negara – negara dimana terdapat lembaga – lembaga antropologi yang selain mengasuh suatu majalah ilmiah, juga telah berjasa dalam hal membiayai ekspedisi – ekspedisi ilmiah ke berbagai daerah di muka bumi, yaitu:
· Deutsche Gesellschaft fur Volkerkunde di Brauns – schweig, menerbitkan majalah Zeitchrift for Ethnologie.
·     Frobenius Institut di Frankfurt, menerbitkan majalah antropologi bernama Paideuma, Mitteilungen zur Kulturkunde.
·       Anthropos Institut di Freibourg, mengasuh majalah antropologi bernama Anthropos.
Selain lembaga – lembaga tersebut tersebut di atas masih ada beberapa lembaga ilmiah di negera lain yang juga sangat penting kegiatan penelitiannya di bidang antropologi di negara- negara yang bersangkutan masing – masing, yaitu:
·       L’Insitut d’Ethnologie di Paris.
·       Miklukho-Maklai Institute of Ethography di Uni Soviet.
·         Institute Nacional de An thropologie e Historia di Meksiko.
4.    Kamus dan Atlas Antropologi
Dalam ilmu antropologi, selain ada sebuah kamus kecil yang disusun oleh C. Winick, berjudul Dictionary of  Anthropology (1958) disusun pula dua buah kamus antropologi yang besar, yaitu: kamus umum berjudul Dictionary of Anthropology yang disusun W.H Lindig, sedang satunya lagi sebuah kamus khusus mengenai istilah – istilah ilmiah dalam enam bahasa (Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Jepang, dan Rusia) berjudul Multilingual Glossary of Anthropological Terms disusun oleh suatu tim ahli antropologi dibawah redaktur G. Mostny.
Dalam kepustakaan ilmu antropologi memang ada sebuah tua susuna G. Gerland, berjudul Atlas der Volkerkunde (Atlas Ilmu bangsa – bangsa ) yang terbit tahun 1892. Atlas itu sekarang sudah menjadi buku antik yang sulit didapat.
Atlas–atlas yang lebih muda usianya adalah yang disusun oleh seorang ahli geografi Jerman, H. Bernetzik, berjudul Die Grosse Volkerkunde, terbitan 1930. Sebuah atlas kecil berjudul An Ethno- Atlas diterbitkan oleh R.F. Spencer tahun 1956, sedang pengarang buku ini pernah juga menyusun sebuah Atlas Ethnografi Sedunia (1968) dalam bahasa Indonesia.  


BAB II
MAKHLUK MANUSIA

A.      Makhluk Manusia di antara Makhluk-makhluk lain
Manusia dikelaskan dalam satu golongan yaitu kelas binatang menyusui, atau mamalia. Suku primate dibagi dua subsuku yaitu prosimii dan anthropoid. Manusia ditempatkan subsuku anthropoid. Subsuku anthropoid dibagi tiga infrasuku yaitu: ceboid, cercopithecoid, dan hominoid. Ceboid menggolongkan menjadi satu semua kera di daerah tropis. Cercopithecoid menggolongkan menjadi satu semua kera didaerah tropis. Hominoid menggolongkan menjdai satu kera-kera besar dengan manusia, kemudian dibagi dua keluarga, yaitu keluarga pongidae dan keluarga hominidae. Pangidae digolongkan menjadi satu beberapa macam kera besar, dan homidae menggolongkan menjadi satu manusia purba sejenis pithecanthropus, homo Neanderthal, dan dengan manusia sekarang (homo sapiens).

B.      Evolusi Ciri-ciri Biologis
1.       Sumber Ciri-ciri Organismee Fisik
Dari ciri-ciri Ayah dan Ibu yang kebeulan dibawa oleh sel-sel kelamin tidak semua akan tampak dalam organisme baru tetapi hanya ciri-ciri pada gen yang kuat saja atau dominan, yang akan tampak, sedangkan ciri-ciri pada gen yang tidak kuat atau resesif.

C.      Evolusi Primata dan Manusia
1.       Proses Percabangan Makhluk Primata
Dipelajari dari antropologi biologi yaitu ilmu paleo-antropologi yang meneliti tentang fosil tubuh manusia yang terkandung dalam lapisan-lapisan bumi.
2.       Makhluk Primata Pendahulu Manusia
Primata dianggap menurunkan jenis-jenis kera besar seperti orangutan, gorilla dan simpanse, maupun manusia adalah seekor makhluk yang fosilnya berupa rahang bawah ditemukan di Saint-Gauden, Prancis Selatan. Prndahulu manusia itu adalah makhluk yang sudah dapat berjalan tegak diatas kedua kaki belakangnya menempuh jarak cukup jauh. Para ahli paleoantropologi makhluk itu disebut Australopithecus (kera dari selatan).
3.       Bentuk-bentuk Manusia Tertua
Eugene Du Bois menganggap pithecanthropus erectus adalah contoh nenek moyang manusia zaman sekarang. Teuku Jacob, secara mendalam menyebutnya pithecanthropus soloensis
4.       Bentuk Manusia dari Kala Pleistosen Muda
Homo neandertalensis ditemukan di suatu gua di lembah Sungai Neander dekat kota Dusseldorf, Jerman. Homo rhodesiensis ditemukan dalam suatu gua di Broken Hill di Rhodesia, Afrika Selatan. Oleh Teuku Jacob fosil-fosil Ngandong itu disebut makhluk pithecanthropus soloensis. Dengan bukti baru, homo neandertal itu tidak kandas tetapi berevolusi menjadi homo sapiens.
5.       Manusia Sekarang atau Homo Sapiens
Makhluk manusia homo sapiens pertama menunjukan ciri-ciri ras Negroid adalah makhluk yang fosilnya ditemukan di tengah Gurun Sahara.

D.      Aneka Ragam Manusia
1.       Salah Paham mengenai Konsep Ras
 “Ras” adalah golongan manusia yang berdasarkan berbagai ciri fisik secara umum. Salah pemahaman dalam pandangan manusia berbagai bangsa, mengacaukan ciri-ciri ras, ciri-ciri rohani, dan member penilaian tinggi rendah kepada ras-ras berdasarkan perbedaan tinggi rendah rohani dari ras-ras itu. Besarnya kesengsaraan yang ditimbulkan oleh gejala diskriminasi ras seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Afrika Selatan dan lain lain.
2.       Metode-metode untuk Mengkelaskan Aneka Ras Manusia
Ciri-ciri lahir atu ciri-ciri morfologi terdiri dari 2 golongan, yaitu: ciri-ciri kualitatif (warna kulit, warna rambut dsb) dan ciri-ciri kuantitatif (berat badan, ukuran badan dsb).dalam hal mengklasifikasikan ras-ras, para sarjana sekarang juga mencoba membangun suatu klasifikasi yang filogenetik, yaitu menggambarkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara ras-ras, juga menggambarkan hubungan-hubungan asal-usul antara ras-ras dan percabangan. Dengan demikian daerah-daerah dengan presentase golongan darah yang sama itu dihubungkan dengan garis-garis diatas peta. Metode klasifikasi seperti inilah mulai banyak dipergunakan dalam ilmu antropologi.
3.       Salah Satu Klasifikasi dari Beragam Ras Manusia
Klasifikasi A.L. Krober

·         AUSTRALOID
Penduduk asli Australia
·         MONGOLOID
a)   Asiatic Mongoloid
b)   Malayan Mongoloid
c)    American Mongoloid
·         CAUCASOID
a)   Nordic
b)   Alpine
c)    Mediteranean
d)   Indic
·         NEGROID
a)   African
b)   Negrito
c)    Melanesian
·         RAS-RAS KHUSUS
a)   Bushman
b)   Veddoid
c)    Polymesian
d)   Ainu

E.       Organ Manusia
1.       Perbedaan Organ Manusia dan Organ Binatang
Bahasa manusia mengabstrakkan dan menyimpan tiap pengetahuan baru kedalam lambang vikal atau kata-kata baru, yang makin banyak jumlahnya. Pengalaman yang telah kian bertambah disimpan dan diatur oleh akal menjadi sistem pengetahuan, diteruskan lagi kepada generasi berikutnya. Kemampuan organisme manusia memang terbatas jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain. Kapasitas otaknya yang unggul berupa akal menyebabkan ia dapat mengembangkan sistem pengetahuan menjadi dasar untuk membuat bermacam-macam alat hidup. Kelompok manusia sejak dahulu kala telah memiliki sistem dalam hal mata pencarian hidupnya, yaitu sistem ekonomi. Kesadaran akan tibanya maut inilah yang merupakan salah satu sebab timbulnya suatu unsur penting dalam kehidupan manusia yaitu religi. Kehidupan organisme manusia berbeda dengan binatang dengan adanya hasrat alamiyah untuk keindahan sehingga menjadi suatu unsur khas dalam hidupnya yaitu keindahan. Keseluruhan dari sistem-sistem itu, yaitu: sistem perlambangan vokal atau bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencarian hidup, sistem religi, kesenian adalah yang disebut kebudayaan manusia.


BAB III
KEPRIBADIAN

A.      Definisi Kepribadian
Pola kelakuan tiap manusia secara individual sebenarnya unik dan berbeda. Karena itu para ahli antropologi, sosiologi, dan psikologi yang mempelajari pola-pola kelakuan manusia ini juga tidak lagi bicara mengenai pola-pola kelakuan atau patterns of behavior dari manusia, tetapi mengenai pola-pola tingkah laku, atau pola-pola tindakan (patterns of action). Pola kelakuan manusia yang dimaksudnya adalah kelakuan dalam organisme manusia yang ditentukan oleh naluri, dorongan-dorongan, refleks-refleks, atau kelakuan manusia yang tidak tidak lagi dipengaruhi dan ditentukan oleh akal dan jiwanya. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu disebut “kepribadian”.

B.      Unsur-unsur Kepribadian
1.       Pengetahuan
Seluruh proses akal manusia yang sadar (conscious) tadi, dalam ilmu psikologi disebut “persepsi”. Penggambaran tentang lingkungan dengan focus pada bagian-bagian paling menarik perhatian seorang individu, sering kali diolah oleh suatu proses dalam akalnya menghubungkan penggambaran tadi dengan penggambaran lain. Penggambaran baru dengan pengertian baru seperti itu, dalam ilmu psikologi disebut “apersepsi”. Penggambaran yang lebih intensif terfokus (terjadi karena pemusatan akal yang lebih intensif tadi), dalam ilmu psikologi disebut “pengamatan”. Penggambaran abstrak tadi dalam ilmu-ilmu sosial disebut “konsep”. Penggambaran baru yang sering kali juga tidak realistis itu dalam ilmu psikologi disebut “fantasi”. Penggambaran, apresiasi, pengamatan, konsep, dan fantasi merupakan unsur-unsur “pengetahuan”.
2.       Perasaan
Apresiasi seorang individu yang menggambarkan diri sendiri. Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif atau negative. Suatu perasaan yang selalu bersifat subjektif karena adanya unsur penilaian menimbulkan kehendak. Kehendak itu bisa juga positif atau bisa juga negative. Suatu kehendak juga dapat menjadi sangat keras. Suatu keinginan dapat juga menjadi lebih besar lagi. Suatu perasaan keras seperti itu biasanya disebut emosi.
3.       Dorongan Naluri
Kemauan yang sudah merupakan naluri pada setiap makhluk manusia disebut dorongan (drive). Tujuh macam dorongan naluri, yaitu:
·         Dorongan untuk mempertahankan hidup
·         Dorongan seks
·         Dorongan untuk upaya mencari makanan
·         Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia
·         Dorongan untuk meniru tingkat laku sesamanya
·         Dorongan untuk berbakti
·         Dorongan akan keindahan, dalam arti keindahan bentuk, warna, suara, atau gerak

C.      Materi dari Unsur-unsur Kepribadian
A.F.C Wallace membuat suatu kerangka memuat 3 hal, yaitu:
1)      Beragam kebutuhan biologis diri sendiri, beragam kebutuhan dan dorongan psikologis dan beragam kebutuhan dan dorongan baik biologis maupun psikologis.
2)      Beragam hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri sendiri, baik aspek fisik maupun psikologi.
3)      Berbagai macam cara untuk memenuhi, memperkuat, berhubungan, mendapatkan, atau mempergunakan beragam kebutuhan dari hal tersebut tadi.

D.      Macam-macam Kepribadian
1.       Macam-macam Kepribadian Individu
Satu macam materi yang menyebabkan satu tingkah laku berpola, yaitu suara kebiasaan (habit) dan berbagai macam materi yang menyebabkan timbulnya kepribadian (personality). Pengetahuan, gagasan, dan konsep yang dianut oleh sebagian besar warga suatu masyarakat, yang biasanya disebut adat istiadat (customs). Seluruh kompleks tingkah laku umum berwujud pola-pola tindakanyang saling berkaitan itu disebut sistem sosial. Ilmu antropologi mempelajari kepribadian yang ada pada sebagian besar warga masyarakat, yang disebut kepribadian umum atau watak umum.
2.       Kepribadian Umum
Linton dan Kardiner mempertajam dengan konsep kepribadian umum timbul konsep kepribadian dasar, yaitu semua unsur kepribadian yang dimiliki bersama oleh suatu bagian besar dari warga masyarakatnya.
3.       Kepribadian Barat dan Kepribadian Timur
Kepribadian Timur mempunyai pandangan hidup yang mementingkat kehidupan kerohanian, mistik, pikiran prelogis, keramah-tamahan, dan kehidupan sosial. Kepribaddian Barat mempunyai pandangan hidup yang mementingkat kehidupan material, pikiran logis, hubungan berdasarkan asas guna, dan individualisme. Dalam sebuah karangannya berjudul Psychological Homeostasis and Jen, Hsu menyatakan pendapatnya bahwa ilmu psikologi yang dikembangkan di dalam masyarakat Negara-negara Eropa Barat. Hsu mengembangkan suatu konsepsi bahwa alam jiwa manusia sebagai makhluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang berwujud seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentrikal sekitar diri pribadinya.


BAB IV
MASYARAKAT

A.      Kehidupan Berkelompok dan Definisi Masyarakat
1.       Kehidupan Berkelompok Dalam Alam Binatang
Dari mempelajari beberapa ciri yang dapat kita anggap ciri khas kehidupan berkelompok, yaitu:
·         Pembagian kerja yang tetap antara berbagai macam subkesatuan dalam kelompok
·         Ketergantungan individu lain dalam kelompok sebagai akibat dari pembagian kerja
·         Kerjasama antarindividu yang disebabkan karena sifat ketergantungan
·         Komunikasi antarindividu yang diperlukan guna melaksanakan kerja sama
·         Diskriminasi yang diadakan antara individu-individu warga kelompok dan individu-individu dari luarnya.
2.       Kehidupan Berkelompok Makhluk Manusia
Pola-pola tingkah laku manusia adalah hasil belajar, maka dengan mudah mengerti bahwa pola-pola tindakan dapat berubah dengan lebih cepat daripada perubahan bentuk biologi. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam rentang waktu hidup beberapa generasi manusia tidak sama cepatnya pada kelompok manusia satu dengan kelompok manusia lainnya.

B.      Berbagai Wujud Kelompok Manusia
Ragam tingkah laku manusia umumnya disbabkan kelompok-kelompok tempat manusia itu bergaul dan berinteraksi. Wujud nyata dari kelompok manusia adalah kelompok-kelompok yang besar terdiri dari banyak manusia.

C.      Unsur-unsur Masyarakat
1.       Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul atau dengan istilah ilmiah saling berinteraksi. Adanya prasarana untuk berinteraksi menyebabkan warga dari suatu kelompok manusia itu saling berinteraksi.
2.       Kategori Sosial
Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri objektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu.
3.       Golongan sosial
Golongan sosial merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu.
4.       Kelompok dan Perkumpulan
Suatu kelompok merupakan suatu masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya: adanya sistem interaksi, adanya adat-istiadat serta sistem norma, adanya kontinuitas, adanya rasa identitas..
5.       Bagan Kelompok dan Perkumpulan
Perkumpulan dikelaskan berdasarkan prinsip guna dan keperluannya atau fungsinya. Perkumpulan-perkumpulan itu misalnya perkumpulan dagang, suatu koperasi, suatu perseroan, suatu perusahaan, dan sebagainya.
6.       Ikhtisar mengenai Beragam Wujud Kesatuan Manusia
Istilah masyarakat dipakai untuk menyebutkan dua wujud kesatuan manusia, yaitu komunitas dan konsep kelompok.
7.       Interaksi Antarindividu dalam Masyarakat
Interaksi terjadi bila seorang individu dalam masyarakat berbuat sedemikian rupa hingga menimbulkan suatu respons atau reaksi dari individu-individu lain. Prosese interaksi, yaitu: kontak dan komunikasi.

D.      Pranata Sosial
1.       Pranata
Sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi serta adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku itu. Dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata dan dalam bahasa inggris institution. Pranata adalah suatu sistem norma khusus menata suatu rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam kehidupan masyarakat. Konsep pranata atau institution telah lama berkembang dan dipergunakan dalam ilmu sosiologi. Sebaliknya dalam ilmu antropologi konsep pranata kurang digunakan.
2.       Pranata dan Lembaga
Pranata adalah sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus. Lembaga institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.
3.       Macam-macam Pranata
Menurut para sarjana semua pranata dikelaskan delapan golongan, yaitu :
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan kehidupan kekerabatan
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mata pencarian hidup
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan penerangan dan pendidikan manusia
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan ilmiah manusia
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia dalam menghayati rasa keindahan
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk berhubungan dengan dan berbakti kepada Tuhan
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mengatur dan mengelola keseimbangan kekuasaan
·         Pranata yang berfungsi memenuhi keperluan fisik dan kenyamanan hidup manusia
4.       Pranata, Kedudukan, dan Pranata Sosial
Tingkah laku individu yang mementaskan suatu kedudukan tertentu disebut dengan suatu istilah, yaitu peranan sosial. Dalam masyarakat ada dua macam kedudukan, yaitu:  Golongan ascribed status (kedudukan yang dapat diperoleh dengan sendirinya), dan Golongan achieved status (kedudukan yang hanya dapat diperoleh dengan usaha).

E.       Integrasi Masyarakat
1.       Struktur Sosial
·       Perumusan dari berbagai macam susunan hubungan antara individu dalam masyarakat
·    Struktur sosial dengan sekejap pandangan dan harus diabstraksikan secara individu dan dari kenyataan kehidupan masyarakat yang konkret
·       Struktur sosial memang berlangsung terus mengikuti prinsip
·      Dengan struktur sosial seorang peneliti dapat menyelami latar belakang seluruh kehidupan suatu masyarakat
·   Untuk mempelajari struktur sosial suatu masyarakat diperlukan suatu penelitian di lapangan
·         Struktur sosial dapat dipakai sebagai criterium untuk menentukan batas-batas dari suatu masyarakat tertentu.
2.       Analisis Struktur Sosial
Metode yang paling umum adalah mencari kerangka itu dari kehidupan kekerabatan. Meneliti sistem kekerabatan dalam suatu masyarakat serupa itu dapat member pengertian mengenai banyak kelompok dan pranata sosial.


BAB V
KEBUDAYAAN

A.      Kebudayaan
Menurut ilmu antropologi, "kebudayaan" adalah : keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
1.       Kebudayaan (Culture) dan Peradaban
Kata "kebudayaan" berasal dari Kata Sanskerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti "budi" atau "akal". Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan : "hal-hal yang bersangkutan dengan akal". Sedangkan kata budaya adalah perkembangan dari majemuk budi-daya, yang berarti "daya dari budi" merupakan cipta, karsa, dan rasa.
Peradaban adalah sama dengan istilah Inggris civilization, yang biasanya dipakai untuk menyebut bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju, dan indah, misalnya : kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, dan sebagainya. Peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bagunan, seni rupa, dan sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
2.       Sifat Superorganik dari Kebudayaan
·         Dengan benih-benih kebudayaan berupa kemampuan akal dan beberapa peralatan sederhana, manusia dapat hidup hampir selama 2 juta tahun.
·         Kebudayaan berevolusi dengan lambat, sejajar dengan evolusi organismenya , dan baru 200.000 tahun kemudian tampak kemajuan.
·         Setelah zaman itu, evolusi kebudayaan manusia mulai menjadi agak cepat jika dibandingkan dengan evolusi organiknya. Proses perkembagan kebudayaan yang melepaskan diri dari evolusi organic, dan terbang sendiri membumbung tinggi merupakan proses perkembangan superorganik dari kebudayaan menurut A.L Kroeber.

B.      Tiga Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga, yaitu : ideas (gagasan), activites (aktivitas), dan artifacts (artefak).
·         Ideas (Gagasan/ Wujud Ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
·         Activites (Aktivitas/ Tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan berupa tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu, sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan dan sifatnya konkret.
·         Artifacts (Artefak/ Karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.

C.      Adat-Istiadat
1.       Sistem Nilai Budaya, Pandangan Hidup, dan Ideologi
Sistem nilai budaya merupakan tingkatan yang paling tinggi dan paling abstrak dari adat istiadat. Menurut C. Kluckhohn, kelima masalah dasar dalam kehidupan manusia yang menjadi landasan bagi kerangka variasi sistem nilai budaya adalah :
·       Masalah hakekat dari hidup manusia.
·       Masalah hakekat dari karya manusia.
·       Masalah hakekat kedudukan manusia dalam ruang waktu.
·       Masalah hakekat hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
·       Masalah hakekat hubungan manusia dengan sesamanya.
Suatu sistem nilai budaya sering juga berupa pandangan hidup atau world view bagi manusia yang menganutnya. Pandangan hidup merupakan suatu sistem pedoman yang dianut oleh golongan-golongan atau individu-individu khusus dalam masyarakat. Karena itu, hanya ada pandangan hidup golongan atau individu tertentu, tetapi tidak ada pandangan hidup seluruh masyarakat. Sedangkan konsep ideologi merupakan suatu sistem pedoman hidup atau cita-cita yang ingin sekali dicapai oleh banyak individu dalam masyarakat, tetapi yang lebih khusus sifatnya daripada sistem nilai budaya.

2.       Adat-istiadat, Norma, dan Hukum
Norma berupa aturan – aturan untuk bertindak yang mempunyai sifat khusus dan perumusannya sifatnya amat terperinci, jelas, tegas, dan tak meragukan.  Ada dua pandapat hukum menurut ahli antropolgi, yaitu:
·         Golongan pertama beranggapan tidak ada aktivitas hukum di masyarakat yang tak bernegara.
·        Golongan kedua tidak mengkhususkan definisi tentang hukum, hanya kepada hukum dalam masyarakat bernegara dengan suatu sistem alat-alat kekuasaan saja.
Teori tentang batas antara adat dan hukum adat :
·         Hukum ialah suatu aktivitas suatu kebudayaan yang mempunyai fungsi pengawasan social atau disebut attributes of law.
·         Attribute of authority menentukan bahwa aktivitas kebudayaan yang disebut hukum adalah keputusan–keputusan melalui suatu mekanisme yang diberi wewenang dan kekuasaan.
·         Attribute of intention of universal application. Menentukan bahwa keputusan–keputusan dari pihak yang berkuasa memiliki jangka waktu panjang dan harus berlaku.
·         Attribute of obligation. Menentukan bahwa keputusan dari pemegang kuasa harus mengandung perumusan dari kewajiban pihak satu terhadap pihak dua. Tetapi juga hak dari pihak kedua harus dipenuhi oleh pihak satu.
·         Attribute of sanction. Menentukan bahwa keputusan dari pihak berkuasa itu harus dikuatkan dengan sanksi dalam arti seluas – luasnya.

D.      Unsur-Unsur Kebudayaan
Clyde Kluckhohn dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture (dalam Gazalba, 1989: 10) disebut sebagai 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal (Culture Universals), yaitu :
1). Sistem bahasa
2). Sistem peralatan hidup dan teknologi
3). Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup
4). Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial
5). Ilmu pengetahuan
6). Kesenian
7). Sistem kepercayaan, atau agama
Ketujuh unsur ini akan selalu ditemukan dalam setiap keadaan atau masyarakat di dunia. Unsur-unsur ini merupakan perwujudan usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan memelihara kesistensi diri dan kelompoknya.

E.       Integrasi Kebudayaan
1.             Metode Holistik
Para ahli atropologi biasanya memakai istilah “holistik” (holistic) untuk menggambarkan metode tinjauan yang mendekati suatu kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan yang terintegrasi.
2.             Pikiran Kolektif
Menurut Dukheim, suatu gagasan yang sudah dimilki oleh sebagian besar warga masyarakat bukan lagi berupa satu gagasan tunggal mengenai suatu hal yang khas, melainkan sudah berkaitan dengan gagasan lain yang sejenis.
3.             Fungsi Unsur-unsur Kebudayaan
·         Menerangkan fungsi itu sebagai hubungan antara suatu hal dengan tujuan tertentu.
·         Menerangkan kaitan antara satu hal dengan hal lain.
·         Menerangkan hubungan yang terjadi antara satu hal dengan hal-hal lain dalam suatu sistem yang terintegrasi.
4.             Fokus Kebudayaan
Menurut M. J. Herskovits, fokus kebudayaan adalah suatu kompleks kebudayaan yang tampak amat digemari warga masyarakatnya sehingga tampak seolah-olah mendominasi seluruh kehidupan masyarakat yang bersangkutan.
5.             Etos Kebudayaan
Etos kebudayaan adalah suatu watak khas tertentu yang tampak, sering tampak pada gaya tingkah laku warga masyarakatnya.
6.             Kepribadian Umum
Metode yang dikembangkan ahli antropolgi untuk melukiskan suatu kebudayaan secara holistik adalah dengan memusatkan perhatian terhadap kepribadian umum yang dominan dalam kebudayaan itu.

F.       Kebudayaan dan Kerangka Teori Tindakan
Dalam hal menganalisis suatu kebudayaan secara keseluruhan perlu dibedakan secara tajam antara empat komponen, yaitu:sistem budaya, sistem sosial, sistem kepribadian, dan sistem organisme.
1.       Sistem budaya merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan dan terdiri dari pikiran, gagasan, konsep, tema berpikir, dan keyakinan.
2.       Sistem sosial terdiri dari aktivitas, tindakan, dan tingkah laku berinteraksi antarindividu dalam kehidupan masyarakat.
3.       Sistem kepribadian mengenai isi jiwa dan watak individu yang berinteraksi sebagai warga masyarakat. Berfungsi sebagai sumber motivasi dari tindakan sosialnya. 
4.       Sistem organik melengkapi seluruh kerangka dengan mengikutsertakan ke dalamnya proses biologis dan biokimia dalam organisme manusia sebagai suatu jenis makhluk alamiah yang apabila dipikirkan lebih mendalam juga ikut menentukan kepribadian.



BAB VI
DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
A.      Konsepsi-konsepsi Khusus mengenai Pergeseran Masyarakat dan Kebudayaan
Konsep-konsep terpenting mengenai proses belajar kebudayaan oleh masyarakat bersangkutan, yaitu internalisasi (internalization), sosialisasi (sosialization), enkulturasi (enculturation).
B.      Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
·         Proses Internalisasi: proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal.
·         Proses Sosialisasi: proses seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu sekelilingnya yang menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.
·         Proses Ekulturasi: proses seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat, sistem norma, dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.


C.      Proses Evolusi Sosial
1.       Proses Microscopic dan Macroscopic dalam Evolusi Sosial
Proses evolusi dari suatu masyarakat dan kebudayaan dapat dianalisis oleh seorang peneliti seolah-olah dari dekat secara detail (microscopic) atau dipandang seolah-olah dari jauh dengan hanya memperhatikan perubahan-perubahan yang tampak besar saja (macroscopic).
2.       Proses-proses Berulang dalam Evolusi Sosial Budaya
Konsep dua wujud tiap kebudayaan, yaitu:
·         Kebudayaan sebagai suatu kompleks dari konsep norma-norma
·         Kebudayaan sebagai suatu rangkaian dari tindakan yang konkret dimana individu saling berinteraksi
3.       Proses Mengarah dalam Evolusi Kebudayaan
Evolusi masyarakat dan kebudayaan seolah-olah dari suatu jarak yang jauh, maka akan tampak perubahan-perubahan besar yang seolah-olah bersifat menentukan arah dari sejarah perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Ilmu prehistori mempelajari sejarah perkembangan kebudayaan manusia dalam jangka waktu yang panjang.

D.      Proses Difusi
1.       Penyebaran Manusia
Ilmu paleoantropologi memperkirakan makhluk untuk manusia pertama hidup didaerah sabana beriklim tropis, sekarang makhluk itu menduduki hampir seluruh muka bumi dalam segala macama lingkungan iklim. Hal itu diterangkan dengan adanya proses pembiakan dan gerak penyebaran atau migrasi-migrasi.
2.       Penyebaran Unsur-unsur Kebudayaan
Bentuk difusi mendapat perhatian ilmu antropologi adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang berdasarkan pertemuan-pertemuan antara individu dalam suatu kelompok manusia dengan individu kelompok lain dengan cara pertama adalah hubungan dimana bentuk dan kebudayaan itu masing-masing hampir tidak berubah, kedua adalah hubungan yang disebabkan karena perdagangan, tetapi dengan akibat yang lebih jauh daripada yang terjadi pada hubungan symbiotic.

E.       Akulturasi dan Asimilasi
1.       Akulturasi
Istilah akulturasi memiliki arti proses sosial yang timbul kelompok manusia tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan sendiri.
2.       Asimilasi
·         Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada:
a.       Golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda
b.      Saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama
c.       Kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas
·         Faktor penghalang proses asimilasi adalah:
a.       Kurang pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
b.      Sikap takut terhadap kekuatan dan kebudayaan lain
c.       Perasaan superior pada individu dari suatu kebudayaan terhadap yang lain

F.       Pembaruan atau Inovasi
1.       Inovasi dan Penemuan
Inovasi adalah suatu proses pembaruan dan penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal. Pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi penghasilkan produk-produk baru. Discovery adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru. Discovery baru menjadi invention bila masyarakat sudah mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan baru itu.
2.       Pendorong Penemuan Baru
Pendorong penemuan baru adalah:
a.       Kesadaran para individu akan kekurangan dalam kebudayaan
b.      Mutu dari keahlian dalam suatu kebudayaan
c.       Sistem perangsang bagi aktivitas mencipta dalam masyarakat
3.       Inovasi dan Evolusi
Proses inovasi yaitu proses pembaruan teknologi ekonomi dan lanjutannya dan juga merupakan suatu proses evolusi. Dalam proses inovasi individu-individu itu bersifat aktif, sedangkan dalam suatu proses evolusi individu pasif. Maka suatu inovasi memang merupakan suatu proses perubahan kebudayaan yang lebih cepat.


BAB VII
ANEKA RAGAM KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT

A.      Konsep Suku Bangsa
1.       Suku Bangsa
Kesatuan kebudayaan bukan suatu hal yang ditentukan oleh orang luar melainkan oleh warga kebudayaan bersangkutan itu sendiri. Konsep suku bangsa lebih kompleks daripada yang terurai, ini disebabkan karena dalam kenyataan batas dari kesatuan manusia yang merasakan diri terikat oleh keseragaman kebudayaan itu dapat meluas atau menyempit.
2.       Beragam Kebudayaan Suku Bangsa
Sarjana antropologi membedakan kesatuan masyarakat suku-suku bangsa berdasarkan atas criteria mata pencarian dan sistem ekonomi dalam enam macam:
·         Masyarakat pemburu dan meramu
·         Masyarakat peternak
·         Masyarakat peladang
·         Masyarakat nelayan
·         Masyarakat petani pedesaan
·         Masyarakat perkotaan kompleks

B.      Konsep Daerah Kebudayaan
Daerah kebudayaan adalah suatu penggambungan atau penggolongan dari suku-suku bangsa yang beragam kebudayaannya, tetapi mempunyai beberapa unsur dan ciri mencolok yang serupa.

C.      Daerah-daerah Kebudayaan di Amerika Utara
Sembilan daerah kebudayaan di Amerika Utara menurut klasifikasi Clark Wissler adalah:
1)      Daerah kebudayaan Eskimo, meliputi kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa pemburu binatang laut.
2)      Daerah kebudayaan Yukon-mackenzie, meliputi kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa pemburu binatang hutan Konifeus.
3)      Daerah kebudayaan pantai barat-laut, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun yang tinggal di desa-dea tepi pantai
4)      Daerah kebudayaan dataran tinggi, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun yang hidup di desa-desa dalam rumah-rumah setengah di bawah tanah dalam musim dingin
5)      Daerah kebudayaan Plains, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun tersebar didaerah stepa-stepa mahalus
6)      Daerah kebudayaan hutan timur, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun yang tersebar di daerah-daerah sekitar bagian timur-laut, dan hidup sebagai petani menetap dengan jagung sebagai tanaman pokok.
7)      Daerah kebudayaan Dataran California, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun yang hidup dari berburu dan mengumpulkan
8)      Daerah kebudayaan badar daya, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun, yang tersebar di saerah gurun dan setengan gurun, dan yang hidup dari pertanian intensif di lembah-lembah sungai.
9)      Daerah kebudayaan tenggara, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup dari bercocok tanam intensif dengan cangkul.
10)   Daerah kebudayaan Meksiko, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat pedesaan yang berorientasi terhadap suatu peradaban kota yang banyak terpengaruh oleh kebudayaan spanyol dan agama Katolik.

D.      Daerah-daerah Kebudayaan di Amerika Latin
1.       Sistem Penggolongan Daerah-daerah Kebudayaan di Amerika Latin
Benua Amerika Selatan dan Amerika Tengah pertama-tama dibagi kedalam daerah-daerah kebudayaan Amerika Latin oleh J.M. Cooper. Sistem itu membedakan adanya empat tipe kebudayaan di Amerika Latin,yaitu:
- Circum Caribbean Cultures
- Andean Civilization
- Tropical Forest Cultures
- Marginal Cultures
2.       Daerah-daerah Kebudayaan di Amerika Latin
A.      Daerah kebudayaan cacique meliputi kebudayaan-kebudayaan yang dulu maupun sekarang tersebar di Kepulauan Karibia, di negara-negara Venezuela dan Columbia bagian utara, di Ekuador dan Bolivia bagian timur. Kebudayaan-kebudayaan ini dulu sampai datangnya orang spanyol telah mengembangkan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang tidak terbatas kepada masyarakat desa-desa lokal, tetapi menjangkau ke suatu daerah yang lebih luas. Organisasi itu dapat bersifat federasi desa-desa, dapat bersifat penggabungan karena ada desa-desa yang ditaklukan oleh satu desa, atau dapat juga sampai menunjukan sistem-sistem organisasi kenegaraan atau kerajaan kecil.
B.      Daerah kebudayaan Andes meliputi daerah dari kebudayaan jaman pre-Inca, zaman kejayaan negara Inca di pegunungan Andes, dan suku-suku bangsa rakyat Indian dalam zaman setelah runtuhnya negara Inca di negara Peru dan Bolivia bagian barat. Contoh suku-suku bangsa dari daerah ini misalnya Campa dan Inca.
C.      Daerah kebudayaan Andes Selatan meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup di bagian utara negara Chili dan Argentina, yang tidak pernah mengembangkan sistem organisasi sosial yang luas berupa sistem-sistem federasi desa-desa atau negara-negara kecil, tetapi dalam kebudayaan kebendaannya dan teknologinya banyak terpengaruh oleh peradaban andes. Contohnya suku-suku bangsa atacama, diaguita, dan araucania.
D.      Daerah kebudayaan rimba tropis meliputi kebudayaan suku-suku bangsa di perairan Sungai Amazon dan anak-anak sungainya, serta di bagian besar dari negara Brazil. Penduduk daerah sungai amazon itu biasanya hidup dari bercocok tanam diladang, dan hidup dalam desa-desa tetap. Contoh suku-suku bangsa dari daerah ini misalnya Jifaro, Tupinamba, dan Mundurucu.

E.       Sub-subkawasan Geografi di Oceania
Melanesia merupakan gugusan kepulauan di bagian barat dari Lautan Teduh yang sebagian besar bersifat pulau atoll. Penduduk pribumi Australia mempunyai ciri-ciri ras yang sangat khasm yang di dalam antropologi-fisik disebut kompleks ciri Australoid. Penduduk Malanesia menunjukan ciri-ciri ras Malanesoid.

F.       Daerah-daerah Kebudayaan di Afrika
1)      Daerah kebudayaan Afrika Utara, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang sepanjang sejarah telah mengalami nasib yang lebih-kurang sama.
2)      Daerah kebudayaan Hilir Nil, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa petani pedesaan yang intensif di suatu daerah lembah-lembah sungai yang subur.
3)      Daerah kebudayaan Sahara, meliputi kebudayaan suku bangsa yang hidup menetap dalam masyarakat rumput dari bercocok tanam dan beternak.
4)      Daerah kebudayaan Sudan Barat, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa Negroid yang hidup dari bercocok tanam berpindah-pindah di lading tanpa irigasi dan bajak.
5)      Daerah kebudayaan Sudan Timur, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa petani pedesaan yang hidup dari bercocok tanam menetap dengan irigasi.
6)      Daerah kebudayaan Hulu Tengah Nil, menurut Murdock disebut daerah Nile Corridor, bukan suatu daerah kebudayaan, melainkan suatu daerah geografi yang sejak berabad-abad lamanya.
7)      Daerah kebudayaan Afrika Tengah, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa Negroid merupakan masyarakat rumpun dan hidup dari bercocok tanam.
8)      Daerah kebudayaan Hulu Selatan Nil, meliputi kebudayaan bermasyarakat rumpun yang berdasarkan peternakan menetap.
9)      Daerah kebudayaan Tanduk Afrika, meliputi suku-suku bangsa bermasyarakat pedesaan yang hidup dari peternakan dan bercocok tanam intensif.
10)   Daerah kebudayaan Pantai Guinea, meliputi suku-suku bangsa bermasyarakat petani pedesaan dengan ciri-ciri ras Negroid.
11)   Daerah kebudayaan Bantu Khatulistiwa, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun yang hidup dari peladangan berpindah-pindah di hutan rimba tropis, tanpa irigasi dan bajak.
12)   Daerah kebudayaan Bantu Danau-danau, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat petani pedesaan yang hidup dari pertanian intensif.
13)   Daerah kebudayaan Bantu Timur, meliputi kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun.
14)   Daerah kebudayaan Bantu Tengah, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang sebagian besar bermasyarakat rumpun dan hidup dari peladangan berpindah di hutan rimba.
15)   Daerah kebudayaan Bantu Barat Daya, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang berdasarkan masyarakat rumpun dan hidup dari peladangan berpindah, tanpa irigasi maupun bajak.
16)   Daerah kebudayaan Bantu Tengah, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang dibagian utara berdasarkan masyarakat rumpun, tetapi dibagian selatan.
17)   Daerah kebudayaan Choisan, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup mengembara dari berburu dan meramu.
18)   Daerah kebudayaan Madagaskar, meliputi kebudayaan suku bangsa bermasyarakat rumpun di daerah pantai Timur hidup dari peladangan berpindah tanpa irigasi dan bajak.

G.     Daerah-daerah Kebudayaan di Asia
Kroeber membagi kawasan Asia ke dalam tujuh bagian, yaitu:
1)      Daerah kebudayaan Asia Tenggara
2)      Daerah kebudayaan Asia Selatan
3)      Daerah kebudayaan Asia Barat Daya
4)      Daerah kebudayaan Cina
5)      Daerah kebudayaan Stepa Asia Tengah
6)      Daerah kebudayaan Siberia
7)      Daerah kebudayaam Asia Timur Laut

H.     Suku-suku Bangsa di Indonesia
Van Vollenhoven membagi Indonesia ke dalam 19 daerah, yaitu:

1.       Aceh
2.       Gayo-Alas dan Batak
3.       Nias dan Batu
4.       Minangkabau
5.       Mentawai
6.       Sumatera Selatan
7.       Enggano
8.       Melayu
9.       Bangka dan Belitung
10.   Kalimantan
11.   Sangir-Talaud
12.   Gorontalo
13.   Toraja
14.   Sulawesi Selatan
15.   Ternate
16.   Ambon
17.    Kepulauan Barat Daya
18.   Irian
19.   Timor
20.   Bali dan Lombok
21.   Jawa Tengan dan Jawa Timur
22.   Surakarta dan Yogyakarta
23.   Jawa Barat


I.        Ras, Bahasa, dan Kebudayaan
Perbedaan ras antar manusia di muka bumi, mencapai suatu kemnatapan sejak beberapa ratus ribu tahun yang lalu, ketika persebaran ras-ras homo sapiens mencapai jarak maksimalnya.


BAB VIII
ETNOGRAFI

A.      Kesatuan Sosial dalam Etnografi
·         Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih
·         Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk mengucapkan satu bahasa atau satu logat bahasa
·         Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas suatu daerah politis administrative
·         Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh rasa identitas penduduknya sendiri
·         Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu wilayah geografi yang merupakan kesatuan daerah fisik
·         Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi
·         Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mengalami satu pengalaman sejarah yang sama
·         Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang frekuensi interaksinya satu dengan lain tingginya merata
·         Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang seragam

B.      Kerangka Etnografi
Pembagian ke dalam bab-bab tentang unsur-unsur kebudayaan menurut suatu tata urut yang sudah baku disebut kerangka etografi. unsur-unsur kebudayaan universal, yaitu: bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, kesenian, dan sistem religi.

C.      Lokasi, Lingkungan Alam, dan Demografi
Etnologi dilengkapi data demografi, yaitu data mengenai jumlah penduduk yang diperinci dalam jumlah wanita dan jumlah pria, dan sedapat mungkin juga menurut tingkat umur dengan interval lima tahun, dan mengenai laju kelahiran dan kematian, serta perpindahan penduduk.

D.      Asal Mula dan Sejarah Suku Bangsa
Asal mula suku bangsa biasanya dicari dengan mempergunakan tulisan para ahli prehistori yang pernah melakukan panggilan dan analisis benda-benda kebudayaan. Untuk mencari keterangan mengenai zaman prehistori suatu suku bangsa, maka seorang ahli antropologi cukup membaca laporan hasil penggalian dan penelitian para ahli prehistori.

E.       Bahasa
Ciri-ciri suku bangsa dapat diuraikan pengarang etnografi dengan cara menempatkannya dalam klasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga, dan subkeluarga bahasanya yang wajar, dengan beberapa contoh fonetik, fonologi, sintaksis, dan semantic.

F.       Sistem Teknologi
Ada delapan macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik dipakai manausia yang hidup berpindah-pindah atau pedesaan yang hidup dari pertanian, yaitu:

1.       Alat-alat produksi
2.       Alat membuat api
3.       Senjata
4.       Wadah
5.       Makanan
6.       Pakaian
7.       Tempat berlindung dan perumahan
8.       Alat-alat transportasi


G.     Sistem Mata Pencarian
1.       Sistem Mata Pencarian Tradisional
Berbagai mata pencarian dan sistem ekonomi, yaitu: berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di lading, menangkap ikan, bercocok tanam menetap dengan irigasi.
2.       Memburu dan Meramu
Permasalahan seperti hak ulayat dan milik atas wilayah berburu, sumber air, senjata, perangkap, alat transportasi sama dengan masalah sumber alam dan modal. Persoalan susunan kelompok dan hubungan antar mereka sama dengan masalah tenaga kerja.
3.       Beternak
Dalam hal mempelajari masyarakat peternak, ilmu antropologi menaruh perhatian terhadap masalah yang sama dengan bentuk mata pencarian lain, yaitu masalah tanah peternakan dan modal, masalah tenaga kerja, masalah produksi dan teknologi produksi.
4.       Bercocok Tanam di Ladang
Penelitian para ahli antropologi mengenai pola-pola hubungan dan penjualan, yaitu penelitian mengenai masalah pemasaran hasil bercocok tanam di lading sangat penting.
5.       Mengangkap Ikan
Sumber alam dalam usaha mencari ikan menyangkut hak ulayat daerah mencari ikan. Masalah tenaga kerja menyangkut usaha seperti gotong royong dan cara mengerahkan tenaga. Masalah teknologi produksi menyangkut cara-cara menangkap ikan dan ilmu perikanan. Masalah distribusi menyangkut organisasi penjualan dan distribusi ke pasaran.

H.     Organisasi Sosial
1.       Unsur-unsur Khusus dalam Organisasi Sosial
Setiap kehidupan masyarakat diorganisasikan atau diatur terbagi ke dalam lapisan-lapisan, maka tiap orang diluar kamu kerabatnya menghadapi lingkungan orang-orang yang lebih tinggi daripadanya dan yang sama tingkatnya.
2.       Sistem Kekerabatan
Prinsip-prinsip kekerabatan, yaitu:
·         Prinsip bilateral
·         Prinsip keturunan patrilineal
·         Prinsip matrilineal
·         Prinsip ambilineal

I.        Sistem Pengetahuan
1.       Perhatian Antropologi terhadap Pengetahuan
Dasar-dasar cara berpikir yang berbeda itu maka orang dalam masyarakat yang rendah tidak dapat mempunyai ilmu pengetahuan seperti dalam dunia modern.
2.       Sistem Pengetahuan
Pengetahuan dan konsepsi tentang ruang dan waktu juga ada dalam banyak kebudayaan yang belum terpengaruh ilmu modern.

J.        Sistem Religi
1.       Perhatian Ilmu Antropologi terhadap Religi
Dua hal menyebabkan perhatian besar terhadap religi, yaitu:
·         Upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku bangsa biasanya merupakan unsur kebudayaan yang tampak secara lahir
·         Bahan etnografi mengenai upacara keagamaan diperlukan untuk menyusun teori-teori tentang asal-mula religi.
2.       Unsur-unsur Khusus dalan Sistem Religi
Emosi keagamaan merupakan unsur penting dalam suatu religi, dan ada tiga unsur yang lain, yaitu:
·         Sistem keyakinan
·         Sistem upacara
·         Suatu umat yang menganut religi itu

K.      Kesenian
1.       Kesenian dalam Etnografi
Perhatian terhadap kesenian atau segala ekspresi hasrat manusia akan keindahan, dalam kebudayaan suku-suku bangsa.
2.       Lapangan-lapangan Khusus dalam Kesenian
Dipandang dari sudut kesenian, ada dua lapangan besar, yaitu:
·         Seni rupa, kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan mata
·         Seni suara, kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan telinga



Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU LAIN

CITIZEN CHARTER

UTS PENGANTAR ILMU ADM.NEGARA SEMESTER I