RESUME BUKU ANTROPOLOGI
BAB I
ASAS-ASAS DAN RUANG LINGKUP ILMU ANTROPOLOGI
A. Fase-fase Perkembangan Ilmu Antropologi
1.
Fase Pertama (Sebelum 1800)
Selama empat abad berselang. Dimulai sejak abad 15 hingga permulaan abad
ke 16, bangsa Eropa menularkan pengaruh besar terhadap berbagai suku, bangsa,
masyarakat hingga budaya setempat. Mereka melakukan penjajahan di tiga benua,
afrika, asia dan amerika. Ketika bangsa Eropa menemukan suatu hal yang aneh,
suatu hal-hal yang baru di tempat jajahannya. Mereka mencurahkan
pengalaman-pengalaman yang mereka dapat ke sebuah tulisan. Kumpulan-kumpulan
tulisan itu disebut Etnography.
Terdapat beberapa pendapat dalam segi sudut pandang seseorang dalam
memaknainya. Mulai dari beranggapan mereka (bangsa yang dijajah) adalah makhluk
liar hingga sebutan-cebutan keturunan iblis dilontarkan. Ada juga yang mencoba
mengumpulkan barang-barang antik lalu mengumpulkannya untuk diperlihatkan ke
semua orang.
2.
Fase kedua (Sekitar abad ke-19)
Antropologi lebih condong digunakan untuk mengklasifikasikan
tingkat-tingkat budaya dengan meneliti sejarah penyebaran kebudayaan-kebudayaan
di muka bumi. Orang Eropa menganggap kebudayaan bangsa-bangsa diluar Eropa
adalah bangsa yang kuno. Dengan mempelajarinya sama halnya mereka mencari tahu
sejarah penyebaran kebudayaan manusia. Karangan-karangan etnografi berdasarkan
cara berfikir evolusi masyarakat. Maknanya masyarakat dan kebudayaan manusia
berevolusi dengan sangat lambat hingga memerlukan waktu yang sangat lama.
3.
Fase ketiga (Permualaan abad ke 20)
Bahan-bahan etnografi lebih difahami lagi demi mengetahui seluk-beluk
suatu bangsa, mempelajari kelemahan-kelemahannya lalu menaklukannya. Masa ini
memperlihatkan bahwa disiplin ilmu Antropologi berperan aktif sebagai ilmu
terapan. Tujuannya hanya untuk mengetahui pengertian masyarakat masa kini yang
kompleks dan berfungsi untuk menundukkan bangsa-bangsa lain seperti benua
Amerika, Asia dan juga Afrika yang sudah ada dalam genggaman Eropa barat.
4.
Fase keempat (Sesudah kira-kira 1930)
Pada masa ini perkembangan antropologi bertambah pesat dan luas.
Bertambahnya pengetahuan yang lebih teliti dan ketajaman dalam metode ilmiahnya
sangat mengesankan. Adanya perkembangan yang pesat ini mengakibatkan hilangnya
sedikit demi sedikit masyarakat primitif dan kebudayaan-kebudayan kuno.
Antropologi dimasa ini berperan dalam dua hal yakni, dalam bidang akademik dan
juga tujuan praktis. Tujuan dalam bidang akademiknya berusaha untuk mencapai
pengertian manusia dengan mempelajari keragaman bentuk fisik, masyarakat dan
kebudayaannya. Sedangkan tujuan praktisnya adalah mempelajari, memahami dan
membangun masayarakat suku bangsa.
B. Antropologi Masa Kini
1.
Perbedaan-perbedaan di Berbagai Pusat Ilmiah
Di Amerika Serikat, ilmu antropologi telah memakai dan mengintegrasikan
seluruh warisan bahan dan metode dari ilmu antropologi dalam fasenya yang
pertama, kedua, dan ketiga, ditambah dengan berbagai spesialitas yang telah
dikembangkan secara khusus untuk mencapai pemahaman tentang dasar-dasar dari
keragaman bentuk masyarakat dan kebudayaan manusia yang tampak pada masa
sekarang ini.
Di Inggris dan negara-negara yang ada dibawah pengaruhnya seperti
Australia, ilmu Antropologi dalam fase perkembangannya yang ketiga masih
dilakukan, tetapi dengan hilangnya daerah-daerah jajahan Inggris, maka sifat
dari ilmu antropologi tentu juga berubah. Dalam hal ini metode antropologi yang
telah dikembangkan di Amerika Serikat juga sudah mulai mempengaruhi berbagai
lapangan penelitian para ahli antropologi di Inggris.
Di Eropa Tengah seperti Jerman, Austria, dan Swiss, hingga kira-kira
awal tahun 1970-an saja ilmu antropologi masih bertujuan mempelajari bangsa-bangsa
diluar eropa untuk memahami tentang sejarah penyeberan kebudayaan seluruh umat
manusia dimuka bumi ini. Jadi sifat antropologinya masih ada pada fase yang
kedua. Di Eropa Utara, di negara-negara Skandinavia, ilmu antropologi
sebagian bersifat akademial, seperti Jerman dan Austria. Mereka juga
mempelajari banyak daerah di benua-benua di luar eropa, tetapi keistimewaan
mereka terletak dalam hasil-hasil penelitian tentang kebudayaan suku bangsa
Eskimo.
Di Uni soviet, perkembangan ilmu antropologi diluar tidak banyak dikenal
karena Uni Soviet hingga kira-kira sekitar tahun 1960 memang seolah-olah
mengisolasikan diri dari dumia lainnya. Sehingga demikian, beberapa tulisan
tentang perkembangan ilmu antropologi di Uni Soviet menunjukkan bahwa aktifitas
penelitian antropologi disana sangat besar. Ilmu antropologi di Uni Soviet
berdasarkan konsep Karl Marks dan Fredrich Engels mengenai tingkat-tingkat
evolusi masyarakat. Di negara-negara bekas jajahan Inggris, terutama di
India, metode antropologi mendapat pengaruh besar dari aliran –aliran di
Inggris, dan ilmu itu mendapat suatu fungsi yang sangat praktis dalam hal
mencapai pengetian keragaman kehidupan masyarakat di India dan guna
kepentingan-kepentingan yang praktis dalam hubungan antara golongan-golongan
penduduk itu.
2.
Perbedaan-perbedaan
Istilah
·
Ethnogrhaphy :
“Pelukisan tentang bangsa-bangsa” dipakai umum di Eropa Barat untuk
menyebut bahan keterangan yang bermaktub dalam karangan-karangan tentang masyarakat dan kebudayaan suku bangsa
di luar Eropa.
·
Ethnology :
“Ilmu Bangsa-bangsa” khusus untuk mempelajari masalah-masalah yang
berhubungan dengan sejarah perkembangan kebudayaan manusia. Dipergunakan di Amerika dan Inggris.
·
Volkerkunde :
“Ilmu bangsa-bangsa” Dipergunakan di Eropa tengah sampai sekarang.
·
Kulturkunde :
“Ilmu kebudayaan” dipakai oleh L.Frobenius dalam arti yang sama dengan ethnology di Amerika.
·
Anthropology :
“Ilmu tentang manusia” Tentang ras-ras manusia dipandang dari ciri-ciri
fisiknya.
·
Curtural anthoropology : Istilah untuk menyebut bagian dari
ilmu antropologi yang tidak mempelajari manusia dari sudut fisiknya.
·
Social anthropology di pakai di Inggris untuk
menyebut antropologi dalam fase ketiganya, sebagai lawan ethnology,yang di
sana di pakai untuk menyebut antropologi dari fase-fase sebelumnya. Di Amerika
di mana segala macam metode yang saling bertentangan di selaraskan menjadi
satu, social anthropology dan ethnology merupakan dua
subbagian dalam ilmu antropologi.
C. Ilmu-Ilmu Bagian dari Antropologi
1.
Lima Ilmu Bagian dari Antropologi
Lima masalah penelitian khusus antropologi yaitu:
·
Masalah
sejarah asal dan perkembangan manusia (atau evolusinya) secara biology
·
Masalah
sejarah terjadinya beragam makhluk manusia, di pandang dari sudut ciri-ciri
tubuhnya.
·
Masalah
sejarah asal, perkembangan, dan penyebaran beragam bahasa yang di ucapkan
manusia di seluruh dunia.
·
Masalah
perkembangan, penyebaran, dan terjadinya beragam kebudayaan manusia di seluruh
dunia.
·
Masalah
mengenai asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku
bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi.
Lima bagian dari ilmu antropologi
·
Paleo-antropologi adalah ilmu bagian yang meneliti
asal-usul atau terjadinya dan evolusi manusia dengan mempergunakan sisi-sisa
tubuh yang telah membantu (fosil-fosil manusia) tersimpan dalam lapisan-lapisan
bumi yang harus di dapat oleh si peneliti dengan berbagai metode penggalian.
·
Antropologi fisik dalam arti khusus adalah bagian
dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah
terjadinya beragam manusia di pandang dari sudut cirri-ciri tubuhnya.
·
Etnolinguistik atau Antropologi Linguistic adalah suatu ilmu bagian yang asal
mulanya berkaitan erat dengan ilmu antropologi.bahkan penelitiannya yang berupa
daftar kata-kata, pelukisan tentang cirri-ciri dan tempat di muka bumi ini,
terkumpul bersama-sama dengan bahan kebudayaan suku bangsa.
·
Prehistori, mempelajari sejarah perkembangan dan
penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal huruf.
·
Etnologi adalah bagian ilmu yang mencoba
mencapai pengertian mengenai asas-asas manusia, dengan mempelajari
kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku
bangsa yang tersebar di saeluruh muka bumi pada masa sekarang ini.
Deascriptive
integration dalam etnologi mengolah dan mengintegrasikan menjadi satu
hasil penelitian dari sub-sub ilmu antropologi fisik, etnolinguistik, ilmu
prehistori,dan etnografi. descriptive integration selalu mengenai
satu daerah tertentu.
2.
Spesialis Antropologi
Spesialisasi antropologi lain baru berkembang dengan
pesat setelah perang dunia II, dalam hubungan dengan masalah pembangunan di
Negara-negara berkembang. Di samping itu timbul beberapa spesialisasi
antropologi lain, yaitu antropologi pembangunan atau development anthropology yang menggunakan metode-metode,
konsep-konsep dan teori-teori antropologi untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan
dengan pembangunan masyarakat desa, masalah sikap petani terhadap teknologi
baru dan sebagainya. Akhirnya
perlu di sebut suatu spesialisasi yang paling bar dalam antropologi, yaitu
subilmu antropologi untuk psikiatri. Di antara penyakit-penyakit jiwa yang di
obati oleh para dokter penyakit jiwa atau psikiater, ada yang bukan di sebabkan
karena kerusakan dalam otak atau dalam organ, melainkan karena jiwa dan emosi
yang tertekan.
D. Hubungan antara Antropologi-Sosial dan Sosiologi
1.
Persamaan dan Perbedaan antara Kedua Ilmu
Ilmu antropolgi sosial berusaha mencari unsur-unsur yang
sama diantara beragam masyarakat dan kebudayaan manusia. Tujuannya adalah untuk
mencapai pengertian tentang asas-asas hidup masyarakat dan kebudayaan manusia
pada umumnya. Dalam hal-hal tersebut juga merupakan tujuan dari ilmu
sosiologi sehingga dipandang dari sudut tujuan keduannya seolah-olah sama.
Sebaliknya, kalau ditinjau lebih khusus, akan tampak beberapa perbedaan, yaitu:
·
Kedua
ilmu itu masing-masing mempunyai asal mula dan sejarah perkembangan yang
berbeda
·
Asal
mula sejarah yang berbeda menyebabkan adanya suatu perbedaan pengkhususan pada
pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu itu
·
Asal
mula sejarah yang berbeda juga telah menyebabkan berkembangnya beberapa metode
dan masalah yang khusus dari kedua ilmu itu masing-masing
2.
Sejarah Perkembangan Sosiologi
Pada mulanya ilmu sosiologi hanya merupakan bagian dari
ilmu filsafat.para ahli filsafat yang menganalisis segala hal yang ada dalam
alam sekelilingnya,juga tidak lupa memekirkan tentang masyarakatnya. Pada fase
kedua, tepatnya setelah timbul krisis-krisis besar dalam kehidupan masyarakat
bangsa eropaa (seperti revolusi prancis,revolusi industry,dan
sebagainya),timbul kegiatan menganalisis masalah-masalah masyarakat yang
semakin di galakkan.
3.
Pokok Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi
Kesimpulannya adalah perbedaan antara antropologi dan
sosiologi tidak dapat di tentukan lagi oleh perbedaan antara masyarakat suku
bangsa diluar lingkungan Eropa-Amerika dengan masyarakat bangsa Eropa-Amerika.
Kemudian kalau perbedaan itu juga tidak dapat di tentukan oleh perbedaan antara
masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan, maka perbedaan nyata harus di
cari, yaitu kedua ilmu itu memakai metode ilmiah yang berbeda.
4.
Metode Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi
Antropologi mempunyai pengalaman yang lama dalam hal
meneliti kebudayaan-kebudayaan suku bangsa penduduk pribumi di Amerika,Asia,
Afrika, dan Oseania. Suku-suku bangsa ini biasanya hidup di dalam
masyarakat-masyarakat pedesaaan yang kecil, yang dapat di teliti dalam
keseluruhannya sebagai kebulatan. Sebaliknya, ilmu sosiologi selalu lebih
memusatkan perhatian pada unsure-unsur atau gejala khusus dalam masyarakat
manusia, dengan menganalisis kelompok-kelompok social yang khusus (social grouping) hubungan antara
kelompok-kelompok atau individu-individu (social relations) atau proses-proses yang terdapat dalam
kehidupan suatu masyarakat (social
processes).
Pengalaman dalam hal meneliti masyarakat kecil telah
member kesempatan pada para ahli antropologi untuk mengembangkan berbagai
metode penelitian yang bersifat penelitian intensif dan mendalam misalnya
dengan metode wawancara. Sebaliknya, para ahli sosiologi yang biasanya meneliti
masyarakat kompleks, lebih banyak mempergunakan berbagai metode penelitian yang
bersifat penelitian meluas, seperti dengan metode angket. Dunia antropologi mempunyai pengalaman
yang lama dalam hal menghadapi keragaman (diversitas)
yang besar antara beribu-ribu kebudayaan dalam masyarakat kecil yang tersebar
di seluruh muka bumi ini. Sosiologi
lebih banyak berpengalaman dalam hal meneliti gejala masyarakat perkotaan yang
kompleks dan kurang memperhatikan sifat beragam hidup masyarakat dan kebudayaan
manusia yang menjangkau seluruh dunia.
E. Hubungan antara Antropologi dan Ilmu-ilmu Lain
Kecuali
dengan ilmu psikologi dan ilmu sosiologi seperti yang kita lihat di atas, ilmu
antropologi serta sub-sub ilmunya juga mempunyai hubungan yang sangat banyak
dengan ilmu-ilmu lain. Hubungan itu biasanya bersifat timbal-balik. Antropologi
perlu bantuan ilmu-ilmu lain itu, dan sebaliknya ilmu-ilmu lain itu
masing-masing juga memerlukan bantuan antropologi. Ilmu-ilmu lain yang
terpenting di antaranya adalah :
·
Ilmu
geologi
·
Ilmu
paleontologi
·
Ilmu
anatomi
·
Ilmu
kesehatan masyarakat
·
Ilmu
psikiatri
·
Ilmu
linguistic
·
Ilmu
arkeologi
·
Ilmu
sejarah
·
Ilmu
geografi
·
Ilmu
ekonomi
·
Ilmu
hukum adat
·
Ilmu
administrasi
·
Ilmu
politik
F. Metode Ilmiah dari Antropologi
1.
Metode Ilmiah dan Pengumpulan Fakta
Metode ilmiah dari suatu ilmu pengetahuan adalah segala
cara yang di gunakan dalam ilmu tersebut, untuk mencapai suatu kesatuan
pengetahuan.tanpa metode ilmiah, suatu ilmu pengetahuan bukanlah suatu ilmu
melainkan suatu himpunan pengetahuan saja, tentang berbagai gejala alam atau
masyarakat, tanpa ada kesadaran tentang hubungan antara gejala-gejala yang
terjadi. Kesatuan pengetahuan itu dapat di capai oleh para saarjana yang
bersangkutan melalui tiga tingkat, yaitu:
·
Pengumpilan
data
·
Penentuan
cirri-ciri umum dan system
·
Verifikasi
Untuk
antropologi-budaya, tingkat ini adalah pengumpulan fakta mengenai kejadian dan
gejala masyarakat dan kebudayaan untuk pengolahan secara ilmiah. Pada umumnya,
metode-metode pengumpulan fakta dalam ilmu pengetahuan dapat di golongkan ke
dalam tiga golongan dan masing-masing mempunyai perbedaan pokok, yaitu:
·
Penelitian
di lapangan
·
Penelitian
di laboratorium
·
Penelitian
dalam perpustakaan
Untuk
ilmu antropologi-budaya penelitian lapangan merupakan cara yang terpenting
untuk mengumpulkan fakta-faktanya;selain itu penelitian di perpustakaan juga
penting. Sedangkan metode-metode penelitian di labiratorium (yang merupakan
metode pengumpulan fakta yang utama dalam ilmu-ilmu alam dan tegnologi), hamper
tidak berarti untuk ilmu antropologi.
2.
Penentuan Ciri-ciri Umum dan Sistem
Ilmu antropologi yang bekerja dengan bahan berupa
fakta-fakta berasal dari sebanyak mungkin macam masyarakat dan kebudayaan dari
seluruh dunia, untuk mencari cirri-ciri umum di antara beragam fakta tersebut
di gunakan berbagai metode perbandingan (metode komparatif). Dalam ilmu-ilmu alam, penentuan
ciri-ciri umum dan system dalam fakta-fakta alam di lakukan dengan cara mencari
perumusan-perumusan yang menyatakan berbagai macam hubungan mantap antara
fakta-fakta tadi. Mengenai
kemungkinan adanya kaidah-kaidah tentang tingkah laku manusia dalam kehidupan
masyarakat itu, masih ada beberapa anggapan yang bertentangan di antara para
sarjana. Sebagian berkata bahwa fakta-fakta mengenai tingkah laku manusia itu
tidak mungkin dapat di rumuskan ke dalam kaidah-kaidah yang mantap, sedangkan
bagian lain berkata bahwa sampai suatu batas tertentu hal itu mungkin. Pada abad ke-19 pernah ada para
sarjana yang menganut anggapan sebaliknya yaitu bahwa ilmu-ilmu social itu
dapat merumuskan kaidah-kaidah mengenai semua gejala kehidupan masyarakat dan
kebudayaan manusia, tetapi sekarang anggapan yang seperti itu sudah berkurang
di dunia ilmiah. Anggapan yang lazim saat ini, berada di antara kedua ekstrem
tadi.pada ilmu-ilmu social, dan ilmu antropologi, sebagian besar dari
pengetahuannya bersifat “pengertian” mengenai kehidupan masyarakat dan
keudayaan. Namun ada pula pengetahuan yang berupa kaidah-kaidah social budaya.
3.
Verifikasi
Metode-metode untuk verifikasi atau pengujian terdiri
dari cara-cara menguji rumusan kaidah-kaidah atau memperkuat “pengertian” yang
telah dicapai, di lakukan dalam kenyatan-kenyatan alam atau masyarakat yang
hidup. Ilmu antropologi yang lebih banyak mengandung pengetahuan berdasarkan
“pengertian” dari pada pengetahuan yang berdasarkan kaidah, mempergunakan
metode-metode verifikasi yang bersifat kuantitatif. Dengan mempergunakan
metode-metode kualitatif, ilmu antropologi mencoba memperkuat pengertiannya
dengan menerapkan pengertian itu dalam kenyataan, yaitu pada beberapa
masyarakat yang hidup, tetapi dengan cara mengkhusus dan mendalam. Pada metode kuantitatif sering di
gunakan cara-cara untuk mengolah fakta social dalam jumlah yang besar, dan
metode itu disebut statistic. Metode statistic yang dulu memang kurang di pergunakan
dalam ilmu antropologi, sementara sekarang mulai menjadi suatu metode analisis
yang sangat penting dalam ilmu itu.
G. Tenaga Sarjana, Lembaga, Majalah, dan Prasarana Ilmu Antropologi
1.
Kehidupan Ilmiah
Suatu cabang ilmu pengetahuan dikatakan hidup apabila
para ahli di bidangnya melakukan kegitan – kegiatan penelitian untuk memecahkan
berbagai macam masalah ilmiahnya. Dengan demikian para ahli lain dapat
memeriksa kebenaran hasil –hasil itu, atau dapat memakainya sebagai landasan
untuk mengembangkan persoalan – persoalan dan penelitian – penelitian lebih
lanjut.
2.
Para Tokoh Sarjana Antropologi
Pada fase
pertama perkembangannya, antropologi belum memiliki tokoh–tokoh ahli. Para
tokoh antropologi dari fase kedua merupakan tokoh–tokoh ahli ilmu antropologi.
Pada waktu itu juga ada ahli antropologi yang terpengaruh oleh teori evolusi
masyarakat, tetapi mereka lebih tertarik akan masalah sejarah penyebaran
kebudayaan suku bangsa diseluruh muka bumi dari satu benua ke benua yang lain. Para
tokoh antropologi dalam fase perkembangan ketiga terutama berasal dari negara -
negara yang mempunyai tanah jajahan. Para tokoh antropologi dalam
faseperkembangannya yang keempat, pada mulanya berasal dari Amerika Serikat.
3.
Lembaga–lembaga dan Majalah–majalah Antropologi
Salah satu majalah antropologi yang paling penting dan
perlu dimiliki oleh tiap ahli antropologi yang paling penting dan perlu
dimiliki oleh tiap ahli antropologi atau tiap orang yang mau menjadi ahli
antropologi adalah Current
Anthropology, diterbitkan oleh University
of Chicago Press.
Amerika adalah Negara yang mempunyai lembaga, organisasi,
dan perkumpulan antropologi yang terbanyak jumlahnya. Tiga penting diantaranya:
·
American Anthropological Association
·
American Association of Physical
Anthropology
·
Instituteof Human Relations
Lembaga
– lembaga antropologi dari negara Inggris amat penting untuk kemajuan ilmu
antropologi pada umumnya, karena lembaga–lembaga tersebut menerbitkan majalah–majalah
ternama, yaitu:
·
Royal Anthropological Institute of
Great Britain and Ireland
·
International Africa Institute
Dalam
kalangan ilmu antropologi majalah –majalah yang diterbitkan di Australia atau
New Zealand juga penting:
· Australian National Research Council. Lembaga ini menerbitkan sebuah
majalah antropologi, Ocenia.
· Polynesian Society. Menebitkan sebuah majalah ilmiah
yang selalu memuat karangan – karangan dalam antropologi, yaitu Journal of the Polynesian Society.
Negara
Jerman, Australia, dan Swiss juga merupakan negara – negara dimana terdapat
lembaga – lembaga antropologi yang selain mengasuh suatu majalah ilmiah, juga
telah berjasa dalam hal membiayai ekspedisi – ekspedisi ilmiah ke berbagai
daerah di muka bumi, yaitu:
· Deutsche Gesellschaft fur Volkerkunde di Brauns – schweig, menerbitkan
majalah Zeitchrift for Ethnologie.
· Frobenius Institut di Frankfurt, menerbitkan majalah
antropologi bernama Paideuma,
Mitteilungen zur Kulturkunde.
· Anthropos Institut di Freibourg, mengasuh majalah
antropologi bernama Anthropos.
Selain
lembaga – lembaga tersebut tersebut di atas masih ada beberapa lembaga ilmiah
di negera lain yang juga sangat penting kegiatan penelitiannya di bidang
antropologi di negara- negara yang bersangkutan masing – masing, yaitu:
· L’Insitut d’Ethnologie di Paris.
· Miklukho-Maklai Institute of
Ethography di Uni Soviet.
·
Institute Nacional de An thropologie e
Historia di Meksiko.
4. Kamus dan Atlas Antropologi
Dalam ilmu antropologi, selain ada sebuah kamus kecil
yang disusun oleh C. Winick, berjudul Dictionary
of Anthropology (1958) disusun pula dua buah kamus antropologi
yang besar, yaitu: kamus umum berjudul Dictionary
of Anthropology yang disusun W.H Lindig, sedang satunya lagi sebuah kamus
khusus mengenai istilah – istilah ilmiah dalam enam bahasa (Inggris, Prancis,
Jerman, Spanyol, Jepang, dan Rusia) berjudul Multilingual Glossary of Anthropological Terms disusun
oleh suatu tim ahli antropologi dibawah redaktur G. Mostny.
Dalam kepustakaan ilmu antropologi memang ada sebuah tua
susuna G. Gerland, berjudul Atlas der
Volkerkunde (Atlas Ilmu bangsa – bangsa ) yang terbit tahun 1892. Atlas itu
sekarang sudah menjadi buku antik yang sulit didapat.
Atlas–atlas yang lebih muda usianya adalah yang disusun
oleh seorang ahli geografi Jerman, H. Bernetzik, berjudul Die Grosse Volkerkunde, terbitan 1930. Sebuah atlas kecil berjudul An Ethno- Atlas diterbitkan oleh R.F.
Spencer tahun 1956, sedang pengarang buku ini pernah juga menyusun sebuah Atlas
Ethnografi Sedunia (1968) dalam bahasa Indonesia.
BAB II
MAKHLUK MANUSIA
A. Makhluk Manusia di antara Makhluk-makhluk lain
Manusia
dikelaskan dalam satu golongan yaitu kelas binatang menyusui, atau mamalia. Suku primate dibagi dua subsuku
yaitu prosimii dan anthropoid. Manusia ditempatkan subsuku anthropoid. Subsuku anthropoid dibagi
tiga infrasuku yaitu: ceboid,
cercopithecoid, dan hominoid. Ceboid menggolongkan
menjadi satu semua kera di daerah tropis. Cercopithecoid
menggolongkan menjadi satu semua kera didaerah tropis. Hominoid menggolongkan menjdai satu kera-kera besar dengan manusia,
kemudian dibagi dua keluarga, yaitu keluarga pongidae dan keluarga hominidae.
Pangidae digolongkan menjadi satu beberapa macam kera besar, dan homidae menggolongkan menjadi satu
manusia purba sejenis pithecanthropus,
homo Neanderthal, dan dengan manusia sekarang (homo sapiens).
B. Evolusi Ciri-ciri Biologis
1.
Sumber Ciri-ciri Organismee Fisik
Dari ciri-ciri
Ayah dan Ibu yang kebeulan dibawa oleh sel-sel kelamin tidak semua akan tampak
dalam organisme baru tetapi hanya ciri-ciri pada gen yang kuat saja atau
dominan, yang akan tampak, sedangkan ciri-ciri pada gen yang tidak kuat atau
resesif.
C. Evolusi Primata dan Manusia
1.
Proses Percabangan Makhluk Primata
Dipelajari
dari antropologi biologi yaitu ilmu paleo-antropologi yang meneliti tentang
fosil tubuh manusia yang terkandung dalam lapisan-lapisan bumi.
2.
Makhluk Primata Pendahulu Manusia
Primata dianggap menurunkan jenis-jenis kera
besar seperti orangutan, gorilla dan simpanse, maupun manusia adalah seekor
makhluk yang fosilnya berupa rahang bawah ditemukan di Saint-Gauden, Prancis
Selatan. Prndahulu manusia itu adalah makhluk yang sudah dapat berjalan tegak
diatas kedua kaki belakangnya menempuh jarak cukup jauh. Para ahli
paleoantropologi makhluk itu disebut Australopithecus
(kera dari selatan).
3.
Bentuk-bentuk Manusia Tertua
Eugene Du Bois
menganggap pithecanthropus erectus
adalah contoh nenek moyang manusia zaman sekarang. Teuku Jacob, secara mendalam
menyebutnya pithecanthropus soloensis
4.
Bentuk Manusia dari Kala Pleistosen Muda
Homo neandertalensis ditemukan di suatu gua di lembah
Sungai Neander dekat kota Dusseldorf, Jerman. Homo rhodesiensis ditemukan dalam suatu gua di Broken Hill di
Rhodesia, Afrika Selatan. Oleh Teuku Jacob fosil-fosil Ngandong itu disebut
makhluk pithecanthropus soloensis. Dengan
bukti baru, homo neandertal itu tidak
kandas tetapi berevolusi menjadi homo
sapiens.
5.
Manusia Sekarang atau Homo Sapiens
Makhluk
manusia homo sapiens pertama
menunjukan ciri-ciri ras Negroid adalah makhluk yang fosilnya ditemukan di
tengah Gurun Sahara.
D. Aneka Ragam Manusia
1.
Salah Paham mengenai Konsep Ras
“Ras” adalah golongan manusia yang berdasarkan
berbagai ciri fisik secara umum. Salah pemahaman dalam pandangan manusia
berbagai bangsa, mengacaukan ciri-ciri ras, ciri-ciri rohani, dan member
penilaian tinggi rendah kepada ras-ras berdasarkan perbedaan tinggi rendah
rohani dari ras-ras itu. Besarnya kesengsaraan yang ditimbulkan oleh gejala
diskriminasi ras seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Afrika Selatan dan lain
lain.
2.
Metode-metode untuk Mengkelaskan Aneka Ras Manusia
Ciri-ciri
lahir atu ciri-ciri morfologi terdiri dari 2 golongan, yaitu: ciri-ciri
kualitatif (warna kulit, warna rambut dsb) dan ciri-ciri kuantitatif (berat
badan, ukuran badan dsb).dalam hal mengklasifikasikan ras-ras, para sarjana
sekarang juga mencoba membangun suatu klasifikasi yang filogenetik, yaitu
menggambarkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan antara ras-ras, juga
menggambarkan hubungan-hubungan asal-usul antara ras-ras dan percabangan.
Dengan demikian daerah-daerah dengan presentase golongan darah yang sama itu
dihubungkan dengan garis-garis diatas peta. Metode klasifikasi seperti inilah
mulai banyak dipergunakan dalam ilmu antropologi.
3.
Salah Satu Klasifikasi dari Beragam Ras Manusia
Klasifikasi A.L. Krober
·
AUSTRALOID
Penduduk asli
Australia
·
MONGOLOID
a)
Asiatic Mongoloid
b)
Malayan Mongoloid
c)
American Mongoloid
·
CAUCASOID
a)
Nordic
b)
Alpine
c)
Mediteranean
d)
Indic
·
NEGROID
a)
African
b)
Negrito
c)
Melanesian
·
RAS-RAS
KHUSUS
a)
Bushman
b)
Veddoid
c)
Polymesian
d)
Ainu
E.
Organ Manusia
1.
Perbedaan Organ Manusia dan Organ Binatang
Bahasa manusia
mengabstrakkan dan menyimpan tiap pengetahuan baru kedalam lambang vikal atau
kata-kata baru, yang makin banyak jumlahnya. Pengalaman yang telah kian
bertambah disimpan dan diatur oleh akal menjadi sistem pengetahuan, diteruskan
lagi kepada generasi berikutnya. Kemampuan organisme manusia memang terbatas
jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain. Kapasitas otaknya yang unggul
berupa akal menyebabkan ia dapat mengembangkan sistem pengetahuan menjadi dasar
untuk membuat bermacam-macam alat hidup. Kelompok manusia sejak dahulu kala
telah memiliki sistem dalam hal mata pencarian hidupnya, yaitu sistem ekonomi.
Kesadaran akan tibanya maut inilah yang merupakan salah satu sebab timbulnya
suatu unsur penting dalam kehidupan manusia yaitu religi. Kehidupan organisme
manusia berbeda dengan binatang dengan adanya hasrat alamiyah untuk keindahan
sehingga menjadi suatu unsur khas dalam hidupnya yaitu keindahan. Keseluruhan
dari sistem-sistem itu, yaitu: sistem perlambangan vokal atau bahasa, sistem
pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem
mata pencarian hidup, sistem religi, kesenian adalah yang disebut kebudayaan
manusia.
BAB III
KEPRIBADIAN
A. Definisi Kepribadian
Pola kelakuan tiap manusia secara
individual sebenarnya unik dan berbeda. Karena itu para ahli antropologi,
sosiologi, dan psikologi yang mempelajari pola-pola kelakuan manusia ini juga
tidak lagi bicara mengenai pola-pola kelakuan atau patterns of behavior dari
manusia, tetapi mengenai pola-pola tingkah laku, atau pola-pola tindakan
(patterns of action). Pola kelakuan manusia yang dimaksudnya adalah kelakuan
dalam organisme manusia yang ditentukan oleh naluri, dorongan-dorongan,
refleks-refleks, atau kelakuan manusia yang tidak tidak lagi dipengaruhi dan
ditentukan oleh akal dan jiwanya. Susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang
menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia
itu disebut “kepribadian”.
B.
Unsur-unsur Kepribadian
1. Pengetahuan
Seluruh proses
akal manusia yang sadar (conscious) tadi, dalam ilmu psikologi disebut
“persepsi”. Penggambaran tentang lingkungan dengan focus pada bagian-bagian
paling menarik perhatian seorang individu, sering kali diolah oleh suatu proses
dalam akalnya menghubungkan penggambaran tadi dengan penggambaran lain.
Penggambaran baru dengan pengertian baru seperti itu, dalam ilmu psikologi
disebut “apersepsi”. Penggambaran yang lebih intensif terfokus (terjadi karena
pemusatan akal yang lebih intensif tadi), dalam ilmu psikologi disebut
“pengamatan”. Penggambaran abstrak tadi dalam ilmu-ilmu sosial disebut
“konsep”. Penggambaran baru yang sering kali juga tidak realistis itu dalam
ilmu psikologi disebut “fantasi”. Penggambaran, apresiasi, pengamatan, konsep,
dan fantasi merupakan unsur-unsur “pengetahuan”.
2. Perasaan
Apresiasi
seorang individu yang menggambarkan diri sendiri. Perasaan adalah suatu keadaan
dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai
keadaan positif atau negative. Suatu perasaan yang selalu bersifat subjektif
karena adanya unsur penilaian menimbulkan kehendak. Kehendak itu bisa juga
positif atau bisa juga negative. Suatu kehendak juga dapat menjadi sangat
keras. Suatu keinginan dapat juga menjadi lebih besar lagi. Suatu perasaan
keras seperti itu biasanya disebut emosi.
3. Dorongan Naluri
Kemauan yang sudah merupakan naluri
pada setiap makhluk manusia disebut dorongan (drive). Tujuh macam dorongan
naluri, yaitu:
·
Dorongan
untuk mempertahankan hidup
·
Dorongan
seks
·
Dorongan
untuk upaya mencari makanan
·
Dorongan
untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia
·
Dorongan
untuk meniru tingkat laku sesamanya
·
Dorongan
untuk berbakti
·
Dorongan
akan keindahan, dalam arti keindahan bentuk, warna, suara, atau gerak
C.
Materi dari Unsur-unsur Kepribadian
A.F.C Wallace membuat suatu kerangka memuat 3 hal, yaitu:
1)
Beragam
kebutuhan biologis diri sendiri, beragam kebutuhan dan dorongan psikologis dan
beragam kebutuhan dan dorongan baik biologis maupun psikologis.
2)
Beragam
hal yang bersangkutan dengan kesadaran individu akan identitas diri sendiri,
baik aspek fisik maupun psikologi.
3)
Berbagai
macam cara untuk memenuhi, memperkuat, berhubungan, mendapatkan, atau
mempergunakan beragam kebutuhan dari hal tersebut tadi.
D.
Macam-macam Kepribadian
1. Macam-macam Kepribadian Individu
Satu macam materi yang menyebabkan
satu tingkah laku berpola, yaitu suara kebiasaan (habit) dan berbagai macam
materi yang menyebabkan timbulnya kepribadian (personality). Pengetahuan,
gagasan, dan konsep yang dianut oleh sebagian besar warga suatu masyarakat,
yang biasanya disebut adat istiadat (customs). Seluruh kompleks tingkah laku
umum berwujud pola-pola tindakanyang saling berkaitan itu disebut sistem
sosial. Ilmu antropologi mempelajari kepribadian yang ada pada sebagian besar
warga masyarakat, yang disebut kepribadian umum atau watak umum.
2. Kepribadian Umum
Linton dan
Kardiner mempertajam dengan konsep kepribadian umum timbul konsep kepribadian
dasar, yaitu semua unsur kepribadian yang dimiliki bersama oleh suatu bagian
besar dari warga masyarakatnya.
3.
Kepribadian Barat dan Kepribadian Timur
Kepribadian Timur
mempunyai pandangan hidup yang mementingkat kehidupan kerohanian, mistik,
pikiran prelogis, keramah-tamahan, dan kehidupan sosial. Kepribaddian Barat mempunyai
pandangan hidup yang mementingkat kehidupan material, pikiran logis, hubungan
berdasarkan asas guna, dan individualisme. Dalam sebuah karangannya berjudul
Psychological Homeostasis and Jen, Hsu menyatakan pendapatnya bahwa ilmu
psikologi yang dikembangkan di dalam masyarakat Negara-negara Eropa Barat. Hsu
mengembangkan suatu konsepsi bahwa alam jiwa manusia sebagai makhluk sosial
budaya itu mengandung delapan daerah yang berwujud seolah-olah seperti
lingkaran-lingkaran konsentrikal sekitar diri pribadinya.
BAB IV
MASYARAKAT
A. Kehidupan Berkelompok dan Definisi Masyarakat
1.
Kehidupan Berkelompok Dalam Alam Binatang
Dari mempelajari beberapa ciri yang
dapat kita anggap ciri khas kehidupan berkelompok, yaitu:
·
Pembagian
kerja yang tetap antara berbagai macam subkesatuan dalam kelompok
·
Ketergantungan
individu lain dalam kelompok sebagai akibat dari pembagian kerja
·
Kerjasama
antarindividu yang disebabkan karena sifat ketergantungan
·
Komunikasi
antarindividu yang diperlukan guna melaksanakan kerja sama
·
Diskriminasi
yang diadakan antara individu-individu warga kelompok dan individu-individu
dari luarnya.
2.
Kehidupan Berkelompok Makhluk Manusia
Pola-pola
tingkah laku manusia adalah hasil belajar, maka dengan mudah mengerti bahwa
pola-pola tindakan dapat berubah dengan lebih cepat daripada perubahan bentuk
biologi. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam rentang waktu hidup beberapa
generasi manusia tidak sama cepatnya pada kelompok manusia satu dengan kelompok
manusia lainnya.
B. Berbagai Wujud Kelompok Manusia
Ragam tingkah laku manusia umumnya
disbabkan kelompok-kelompok tempat manusia itu bergaul dan berinteraksi. Wujud
nyata dari kelompok manusia adalah kelompok-kelompok yang besar terdiri dari
banyak manusia.
C. Unsur-unsur Masyarakat
1.
Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan manusia
yang saling bergaul atau dengan istilah ilmiah saling berinteraksi. Adanya
prasarana untuk berinteraksi menyebabkan warga dari suatu kelompok manusia itu
saling berinteraksi.
2.
Kategori Sosial
Kategori sosial adalah kesatuan
manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri atau suatu kompleks ciri-ciri
objektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu.
3.
Golongan sosial
Golongan sosial merupakan suatu
kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu.
4.
Kelompok dan Perkumpulan
Suatu kelompok merupakan suatu
masyarakat karena memenuhi syarat-syaratnya: adanya sistem interaksi, adanya
adat-istiadat serta sistem norma, adanya kontinuitas, adanya rasa identitas..
5.
Bagan Kelompok dan Perkumpulan
Perkumpulan dikelaskan berdasarkan
prinsip guna dan keperluannya atau fungsinya. Perkumpulan-perkumpulan itu
misalnya perkumpulan dagang, suatu koperasi, suatu perseroan, suatu perusahaan,
dan sebagainya.
6.
Ikhtisar mengenai Beragam Wujud Kesatuan Manusia
Istilah masyarakat dipakai untuk
menyebutkan dua wujud kesatuan manusia, yaitu komunitas dan konsep kelompok.
7.
Interaksi Antarindividu dalam Masyarakat
Interaksi terjadi bila seorang
individu dalam masyarakat berbuat sedemikian rupa hingga menimbulkan suatu
respons atau reaksi dari individu-individu lain. Prosese interaksi, yaitu:
kontak dan komunikasi.
D. Pranata Sosial
1.
Pranata
Sistem tingkah laku sosial yang
bersifat resmi serta adat istiadat dan norma yang mengatur tingkah laku itu.
Dalam ilmu sosiologi dan antropologi disebut pranata dan dalam bahasa inggris
institution. Pranata adalah suatu sistem norma khusus menata suatu rangkaian
tindakan berpola mantap guna memenuhi suatu keperluan khusus dari manusia dalam
kehidupan masyarakat. Konsep pranata atau institution telah lama berkembang dan
dipergunakan dalam ilmu sosiologi. Sebaliknya dalam ilmu antropologi konsep
pranata kurang digunakan.
2.
Pranata dan Lembaga
Pranata adalah sistem norma atau
aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus. Lembaga
institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas itu.
3.
Macam-macam Pranata
Menurut para sarjana semua pranata
dikelaskan delapan golongan, yaitu :
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan kehidupan kekerabatan
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mata pencarian hidup
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan penerangan dan pendidikan manusia
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan ilmiah manusia
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan manusia dalam menghayati rasa keindahan
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk berhubungan dengan dan berbakti
kepada Tuhan
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan manusia untuk mengatur dan mengelola
keseimbangan kekuasaan
·
Pranata
yang berfungsi memenuhi keperluan fisik dan kenyamanan hidup manusia
4.
Pranata, Kedudukan, dan Pranata Sosial
Tingkah laku individu yang mementaskan
suatu kedudukan tertentu disebut dengan suatu istilah, yaitu peranan sosial.
Dalam masyarakat ada dua macam kedudukan, yaitu: Golongan ascribed
status (kedudukan yang dapat diperoleh dengan sendirinya), dan Golongan achieved status (kedudukan yang hanya
dapat diperoleh dengan usaha).
E.
Integrasi Masyarakat
1.
Struktur Sosial
· Perumusan
dari berbagai macam susunan hubungan antara individu dalam masyarakat
· Struktur
sosial dengan sekejap pandangan dan harus diabstraksikan secara individu dan
dari kenyataan kehidupan masyarakat yang konkret
· Struktur
sosial memang berlangsung terus mengikuti prinsip
· Dengan
struktur sosial seorang peneliti dapat menyelami latar belakang seluruh
kehidupan suatu masyarakat
· Untuk
mempelajari struktur sosial suatu masyarakat diperlukan suatu penelitian di
lapangan
·
Struktur
sosial dapat dipakai sebagai criterium untuk menentukan batas-batas dari suatu
masyarakat tertentu.
2.
Analisis Struktur Sosial
Metode yang paling umum adalah mencari
kerangka itu dari kehidupan kekerabatan. Meneliti sistem kekerabatan dalam
suatu masyarakat serupa itu dapat member pengertian mengenai banyak kelompok
dan pranata sosial.
BAB V
KEBUDAYAAN
A. Kebudayaan
Menurut ilmu antropologi, "kebudayaan"
adalah : keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia
dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan
belajar.
1.
Kebudayaan (Culture) dan Peradaban
Kata "kebudayaan" berasal
dari Kata Sanskerta buddhayah, yaitu
bentuk jamak dari buddhi yang berarti
"budi" atau "akal". Dengan demikian kebudayaan dapat
diartikan : "hal-hal yang bersangkutan dengan
akal". Sedangkan kata budaya adalah perkembangan dari
majemuk budi-daya, yang berarti "daya dari budi" merupakan cipta, karsa, dan rasa.
Peradaban adalah sama dengan istilah
Inggris civilization, yang biasanya dipakai untuk menyebut
bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus, maju, dan indah,
misalnya : kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, dan
sebagainya. Peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang
mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bagunan, seni rupa, dan
sistem kenegaraan dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
2.
Sifat Superorganik dari Kebudayaan
·
Dengan
benih-benih kebudayaan berupa kemampuan akal dan beberapa peralatan sederhana,
manusia dapat hidup hampir selama 2 juta tahun.
·
Kebudayaan
berevolusi dengan lambat, sejajar dengan evolusi organismenya , dan baru
200.000 tahun kemudian tampak kemajuan.
·
Setelah
zaman itu, evolusi kebudayaan manusia mulai menjadi agak cepat jika
dibandingkan dengan evolusi organiknya. Proses
perkembagan kebudayaan yang melepaskan diri dari evolusi organic, dan terbang
sendiri membumbung tinggi merupakan proses perkembangan superorganik dari
kebudayaan menurut A.L Kroeber.
B. Tiga Wujud Kebudayaan
Menurut
J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga, yaitu : ideas (gagasan), activites (aktivitas), dan artifacts
(artefak).
·
Ideas (Gagasan/ Wujud Ideal)
Wujud
ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak;
tidak dapat diraba atau disentuh.
·
Activites (Aktivitas/ Tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan
berupa tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu, sering pula disebut
dengan sistem sosial. Sistem sosial terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia
yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia
lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan dan
sifatnya konkret.
·
Artifacts (Artefak/ Karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik
yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam
masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan
didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
C. Adat-Istiadat
1.
Sistem Nilai Budaya, Pandangan Hidup, dan Ideologi
Sistem nilai budaya merupakan tingkatan yang paling tinggi dan
paling abstrak dari adat istiadat. Menurut C. Kluckhohn, kelima masalah dasar
dalam kehidupan manusia yang menjadi landasan bagi kerangka variasi sistem
nilai budaya adalah :
· Masalah hakekat dari hidup manusia.
· Masalah hakekat dari karya manusia.
· Masalah hakekat kedudukan manusia
dalam ruang waktu.
· Masalah hakekat hubungan manusia
dengan alam sekitarnya.
· Masalah hakekat hubungan manusia
dengan sesamanya.
Suatu sistem nilai budaya sering juga berupa pandangan
hidup atau world view bagi manusia
yang menganutnya. Pandangan hidup merupakan suatu sistem pedoman yang dianut
oleh golongan-golongan atau individu-individu khusus dalam masyarakat. Karena
itu, hanya ada pandangan hidup golongan atau individu tertentu, tetapi tidak
ada pandangan hidup seluruh masyarakat. Sedangkan konsep ideologi merupakan suatu sistem pedoman hidup atau
cita-cita yang ingin sekali dicapai oleh banyak individu dalam masyarakat,
tetapi yang lebih khusus sifatnya daripada sistem nilai budaya.
2.
Adat-istiadat, Norma, dan Hukum
Norma
berupa aturan – aturan untuk bertindak yang mempunyai sifat khusus dan
perumusannya sifatnya amat terperinci, jelas, tegas, dan tak meragukan. Ada dua pandapat hukum menurut ahli
antropolgi, yaitu:
·
Golongan
pertama beranggapan tidak ada aktivitas hukum di masyarakat yang tak bernegara.
·
Golongan
kedua tidak mengkhususkan definisi tentang hukum,
hanya kepada hukum dalam masyarakat bernegara dengan suatu sistem alat-alat
kekuasaan saja.
Teori tentang batas antara adat dan
hukum adat :
·
Hukum
ialah suatu aktivitas suatu kebudayaan yang mempunyai fungsi pengawasan social
atau disebut attributes of law.
·
Attribute of authority menentukan bahwa aktivitas
kebudayaan yang disebut hukum adalah keputusan–keputusan melalui suatu
mekanisme yang diberi wewenang dan kekuasaan.
·
Attribute of intention of universal
application.
Menentukan bahwa keputusan–keputusan dari pihak yang berkuasa memiliki jangka
waktu panjang dan harus berlaku.
·
Attribute of obligation. Menentukan bahwa keputusan dari
pemegang kuasa harus mengandung perumusan dari kewajiban pihak satu terhadap
pihak dua. Tetapi juga hak dari pihak kedua harus dipenuhi oleh pihak satu.
·
Attribute of sanction. Menentukan bahwa keputusan dari pihak
berkuasa itu harus dikuatkan dengan sanksi dalam arti seluas – luasnya.
D. Unsur-Unsur Kebudayaan
Clyde Kluckhohn dalam bukunya yang
berjudul Universal Categories of Culture (dalam Gazalba, 1989: 10) disebut
sebagai 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal (Culture Universals), yaitu
:
1). Sistem bahasa
2). Sistem peralatan hidup dan
teknologi
3). Sistem ekonomi dan mata
pencaharian hidup
4). Sistem kemasyarakatan dan
organisasi sosial
5). Ilmu pengetahuan
6). Kesenian
7). Sistem kepercayaan, atau agama
Ketujuh unsur ini akan selalu
ditemukan dalam setiap keadaan atau masyarakat di dunia. Unsur-unsur ini
merupakan perwujudan usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan
memelihara kesistensi diri dan kelompoknya.
E. Integrasi Kebudayaan
1.
Metode Holistik
Para ahli atropologi biasanya memakai istilah “holistik”
(holistic) untuk menggambarkan metode tinjauan yang mendekati suatu
kebudayaan itu sebagai suatu kesatuan yang terintegrasi.
2.
Pikiran Kolektif
Menurut Dukheim, suatu gagasan yang
sudah dimilki oleh sebagian besar warga masyarakat bukan lagi berupa satu
gagasan tunggal mengenai suatu hal yang khas, melainkan sudah berkaitan dengan
gagasan lain yang sejenis.
3.
Fungsi Unsur-unsur Kebudayaan
·
Menerangkan
fungsi itu sebagai hubungan antara suatu hal dengan tujuan tertentu.
·
Menerangkan
kaitan antara satu hal dengan hal lain.
·
Menerangkan
hubungan yang terjadi antara satu hal dengan hal-hal lain dalam suatu sistem
yang terintegrasi.
4.
Fokus Kebudayaan
Menurut M. J. Herskovits, fokus
kebudayaan adalah suatu kompleks kebudayaan yang tampak amat digemari warga
masyarakatnya sehingga tampak seolah-olah mendominasi seluruh kehidupan
masyarakat yang bersangkutan.
5.
Etos Kebudayaan
Etos kebudayaan adalah suatu watak
khas tertentu yang tampak, sering tampak pada gaya tingkah laku warga
masyarakatnya.
6.
Kepribadian Umum
Metode yang dikembangkan ahli
antropolgi untuk melukiskan suatu kebudayaan secara holistik adalah dengan
memusatkan perhatian terhadap kepribadian umum yang dominan dalam kebudayaan
itu.
F. Kebudayaan dan Kerangka Teori Tindakan
Dalam hal menganalisis suatu kebudayaan secara keseluruhan
perlu dibedakan secara tajam antara empat komponen, yaitu:sistem budaya, sistem
sosial, sistem kepribadian, dan sistem organisme.
1.
Sistem
budaya merupakan komponen yang abstrak dari kebudayaan dan terdiri dari
pikiran, gagasan, konsep, tema berpikir, dan keyakinan.
2.
Sistem
sosial terdiri dari aktivitas, tindakan, dan tingkah laku berinteraksi
antarindividu dalam kehidupan masyarakat.
3.
Sistem
kepribadian mengenai isi jiwa dan watak individu yang berinteraksi sebagai
warga masyarakat. Berfungsi sebagai sumber motivasi dari tindakan
sosialnya.
4.
Sistem
organik melengkapi seluruh kerangka dengan mengikutsertakan ke dalamnya proses
biologis dan biokimia dalam organisme manusia sebagai suatu jenis makhluk
alamiah yang apabila dipikirkan lebih mendalam juga ikut menentukan
kepribadian.
BAB VI
DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
A.
Konsepsi-konsepsi Khusus mengenai
Pergeseran Masyarakat dan Kebudayaan
Konsep-konsep terpenting mengenai proses belajar
kebudayaan oleh masyarakat bersangkutan, yaitu internalisasi (internalization), sosialisasi (sosialization), enkulturasi (enculturation).
B. Proses Belajar Kebudayaan Sendiri
·
Proses
Internalisasi: proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai
ia hampir meninggal.
·
Proses
Sosialisasi: proses seorang individu dari masa anak-anak hingga masa
tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam individu
sekelilingnya yang menduduki beraneka macam peranan sosial yang mungkin ada
dalam kehidupan sehari-hari.
·
Proses
Ekulturasi: proses seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam
pikiran serta sikapnya dengan adat, sistem norma, dan peraturan yang hidup
dalam kebudayaannya.
C.
Proses Evolusi Sosial
1. Proses Microscopic dan Macroscopic
dalam Evolusi Sosial
Proses evolusi dari suatu masyarakat dan kebudayaan dapat
dianalisis oleh seorang peneliti seolah-olah dari dekat secara detail (microscopic) atau dipandang seolah-olah
dari jauh dengan hanya memperhatikan perubahan-perubahan yang tampak besar saja
(macroscopic).
2. Proses-proses Berulang dalam Evolusi
Sosial Budaya
Konsep dua wujud tiap kebudayaan, yaitu:
·
Kebudayaan
sebagai suatu kompleks dari konsep norma-norma
·
Kebudayaan
sebagai suatu rangkaian dari tindakan yang konkret dimana individu saling
berinteraksi
3. Proses Mengarah dalam Evolusi Kebudayaan
Evolusi masyarakat dan kebudayaan seolah-olah dari suatu
jarak yang jauh, maka akan tampak perubahan-perubahan besar yang seolah-olah
bersifat menentukan arah dari sejarah perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
Ilmu prehistori mempelajari sejarah perkembangan kebudayaan manusia dalam
jangka waktu yang panjang.
D. Proses Difusi
1. Penyebaran Manusia
Ilmu paleoantropologi memperkirakan makhluk untuk manusia
pertama hidup didaerah sabana beriklim tropis, sekarang makhluk itu menduduki
hampir seluruh muka bumi dalam segala macama lingkungan iklim. Hal itu
diterangkan dengan adanya proses pembiakan dan gerak penyebaran atau
migrasi-migrasi.
2. Penyebaran Unsur-unsur Kebudayaan
Bentuk difusi mendapat perhatian ilmu antropologi adalah
penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang berdasarkan pertemuan-pertemuan antara
individu dalam suatu kelompok manusia dengan individu kelompok lain dengan cara
pertama adalah hubungan dimana bentuk dan kebudayaan itu masing-masing hampir
tidak berubah, kedua adalah hubungan yang disebabkan karena perdagangan, tetapi
dengan akibat yang lebih jauh daripada yang terjadi pada hubungan symbiotic.
E.
Akulturasi dan Asimilasi
1. Akulturasi
Istilah akulturasi memiliki arti proses sosial yang
timbul kelompok manusia tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing
itu diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya
kebudayaan sendiri.
2. Asimilasi
·
Asimilasi
adalah proses sosial yang timbul bila ada:
a.
Golongan-golongan
manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda
b.
Saling
bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama
c.
Kebudayaan-kebudayaan
golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas
·
Faktor
penghalang proses asimilasi adalah:
a.
Kurang
pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
b.
Sikap
takut terhadap kekuatan dan kebudayaan lain
c.
Perasaan
superior pada individu dari suatu kebudayaan terhadap yang lain
F.
Pembaruan atau Inovasi
1. Inovasi dan Penemuan
Inovasi adalah suatu proses pembaruan dan penggunaan
sumber-sumber alam, energi, dan modal. Pengaturan baru dari tenaga kerja dan
penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi
penghasilkan produk-produk baru. Discovery
adalah suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru. Discovery baru menjadi invention bila masyarakat sudah
mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan baru itu.
2. Pendorong Penemuan Baru
Pendorong penemuan baru adalah:
a.
Kesadaran
para individu akan kekurangan dalam kebudayaan
b.
Mutu
dari keahlian dalam suatu kebudayaan
c.
Sistem
perangsang bagi aktivitas mencipta dalam masyarakat
3. Inovasi dan Evolusi
Proses inovasi yaitu proses pembaruan teknologi ekonomi
dan lanjutannya dan juga merupakan suatu proses evolusi. Dalam proses inovasi
individu-individu itu bersifat aktif, sedangkan dalam suatu proses evolusi
individu pasif. Maka suatu inovasi memang merupakan suatu proses perubahan
kebudayaan yang lebih cepat.
BAB VII
ANEKA RAGAM KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT
A.
Konsep Suku Bangsa
1. Suku Bangsa
Kesatuan kebudayaan bukan suatu hal yang ditentukan oleh
orang luar melainkan oleh warga kebudayaan bersangkutan itu sendiri. Konsep
suku bangsa lebih kompleks daripada yang terurai, ini disebabkan karena dalam
kenyataan batas dari kesatuan manusia yang merasakan diri terikat oleh
keseragaman kebudayaan itu dapat meluas atau menyempit.
2. Beragam Kebudayaan Suku Bangsa
Sarjana antropologi membedakan kesatuan masyarakat
suku-suku bangsa berdasarkan atas criteria mata pencarian dan sistem ekonomi
dalam enam macam:
·
Masyarakat
pemburu dan meramu
·
Masyarakat
peternak
·
Masyarakat
peladang
·
Masyarakat
nelayan
·
Masyarakat
petani pedesaan
·
Masyarakat
perkotaan kompleks
B.
Konsep Daerah Kebudayaan
Daerah kebudayaan adalah suatu penggambungan atau
penggolongan dari suku-suku bangsa yang beragam kebudayaannya, tetapi mempunyai
beberapa unsur dan ciri mencolok yang serupa.
C.
Daerah-daerah Kebudayaan di Amerika
Utara
Sembilan daerah kebudayaan di Amerika Utara menurut
klasifikasi Clark Wissler adalah:
1)
Daerah
kebudayaan Eskimo, meliputi kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa pemburu
binatang laut.
2)
Daerah
kebudayaan Yukon-mackenzie, meliputi kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa
pemburu binatang hutan Konifeus.
3)
Daerah
kebudayaan pantai barat-laut, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa
bermasyarakat rumpun yang tinggal di desa-dea tepi pantai
4)
Daerah
kebudayaan dataran tinggi, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat
rumpun yang hidup di desa-desa dalam rumah-rumah setengah di bawah tanah dalam
musim dingin
5)
Daerah
kebudayaan Plains, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat rumpun
tersebar didaerah stepa-stepa mahalus
6)
Daerah
kebudayaan hutan timur, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat
rumpun yang tersebar di daerah-daerah sekitar bagian timur-laut, dan hidup
sebagai petani menetap dengan jagung sebagai tanaman pokok.
7)
Daerah
kebudayaan Dataran California, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat
rumpun yang hidup dari berburu dan mengumpulkan
8)
Daerah
kebudayaan badar daya, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat
rumpun, yang tersebar di saerah gurun dan setengan gurun, dan yang hidup dari
pertanian intensif di lembah-lembah sungai.
9)
Daerah
kebudayaan tenggara, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup dari
bercocok tanam intensif dengan cangkul.
10)
Daerah
kebudayaan Meksiko, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa bermasyarakat pedesaan
yang berorientasi terhadap suatu peradaban kota yang banyak terpengaruh oleh
kebudayaan spanyol dan agama Katolik.
D.
Daerah-daerah Kebudayaan di Amerika
Latin
1.
Sistem
Penggolongan Daerah-daerah Kebudayaan di Amerika Latin
Benua Amerika Selatan dan Amerika Tengah pertama-tama dibagi
kedalam daerah-daerah kebudayaan Amerika Latin oleh J.M. Cooper. Sistem itu
membedakan adanya empat tipe kebudayaan di Amerika Latin,yaitu:
- Circum Caribbean Cultures
- Andean Civilization
- Tropical Forest Cultures
- Marginal Cultures
- Circum Caribbean Cultures
- Andean Civilization
- Tropical Forest Cultures
- Marginal Cultures
2.
Daerah-daerah
Kebudayaan di Amerika Latin
A. Daerah
kebudayaan cacique meliputi kebudayaan-kebudayaan yang dulu maupun sekarang
tersebar di Kepulauan Karibia, di negara-negara Venezuela dan Columbia bagian
utara, di Ekuador dan Bolivia bagian timur. Kebudayaan-kebudayaan ini dulu
sampai datangnya orang spanyol telah mengembangkan organisasi-organisasi
kemasyarakatan yang tidak terbatas kepada masyarakat desa-desa lokal, tetapi
menjangkau ke suatu daerah yang lebih luas. Organisasi itu dapat bersifat
federasi desa-desa, dapat bersifat penggabungan karena ada desa-desa yang
ditaklukan oleh satu desa, atau dapat juga sampai menunjukan sistem-sistem
organisasi kenegaraan atau kerajaan kecil.
B. Daerah
kebudayaan Andes meliputi daerah dari kebudayaan jaman pre-Inca, zaman kejayaan
negara Inca di pegunungan Andes, dan suku-suku bangsa rakyat Indian dalam zaman
setelah runtuhnya negara Inca di negara Peru dan Bolivia bagian barat. Contoh
suku-suku bangsa dari daerah ini misalnya Campa dan Inca.
C. Daerah
kebudayaan Andes Selatan meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup di
bagian utara negara Chili dan Argentina, yang tidak pernah mengembangkan sistem
organisasi sosial yang luas berupa sistem-sistem federasi desa-desa atau negara-negara
kecil, tetapi dalam kebudayaan kebendaannya dan teknologinya banyak terpengaruh
oleh peradaban andes. Contohnya suku-suku bangsa atacama, diaguita, dan
araucania.
D. Daerah
kebudayaan rimba tropis meliputi kebudayaan suku-suku bangsa di perairan Sungai
Amazon dan anak-anak sungainya, serta di bagian besar dari negara Brazil.
Penduduk daerah sungai amazon itu biasanya hidup dari bercocok tanam diladang,
dan hidup dalam desa-desa tetap. Contoh suku-suku bangsa dari daerah ini
misalnya Jifaro, Tupinamba, dan Mundurucu.
E.
Sub-subkawasan Geografi di Oceania
Melanesia merupakan gugusan kepulauan di bagian barat
dari Lautan Teduh yang sebagian besar bersifat pulau atoll. Penduduk pribumi Australia mempunyai ciri-ciri ras yang
sangat khasm yang di dalam antropologi-fisik disebut kompleks ciri Australoid.
Penduduk Malanesia menunjukan ciri-ciri ras Malanesoid.
F.
Daerah-daerah Kebudayaan di Afrika
1)
Daerah
kebudayaan Afrika Utara, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang sepanjang
sejarah telah mengalami nasib yang lebih-kurang sama.
2)
Daerah
kebudayaan Hilir Nil, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa petani pedesaan yang
intensif di suatu daerah lembah-lembah sungai yang subur.
3)
Daerah
kebudayaan Sahara, meliputi kebudayaan suku bangsa yang hidup menetap dalam
masyarakat rumput dari bercocok tanam dan beternak.
4)
Daerah
kebudayaan Sudan Barat, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa Negroid yang hidup
dari bercocok tanam berpindah-pindah di lading tanpa irigasi dan bajak.
5)
Daerah
kebudayaan Sudan Timur, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa petani pedesaan
yang hidup dari bercocok tanam menetap dengan irigasi.
6)
Daerah
kebudayaan Hulu Tengah Nil, menurut Murdock disebut daerah Nile Corridor, bukan
suatu daerah kebudayaan, melainkan suatu daerah geografi yang sejak
berabad-abad lamanya.
7)
Daerah
kebudayaan Afrika Tengah, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa Negroid
merupakan masyarakat rumpun dan hidup dari bercocok tanam.
8)
Daerah
kebudayaan Hulu Selatan Nil, meliputi kebudayaan bermasyarakat rumpun yang
berdasarkan peternakan menetap.
9)
Daerah
kebudayaan Tanduk Afrika, meliputi suku-suku bangsa bermasyarakat pedesaan yang
hidup dari peternakan dan bercocok tanam intensif.
10)
Daerah
kebudayaan Pantai Guinea, meliputi suku-suku bangsa bermasyarakat petani
pedesaan dengan ciri-ciri ras Negroid.
11)
Daerah
kebudayaan Bantu Khatulistiwa, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa
bermasyarakat rumpun yang hidup dari peladangan berpindah-pindah di hutan rimba
tropis, tanpa irigasi dan bajak.
12)
Daerah
kebudayaan Bantu Danau-danau, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa
bermasyarakat petani pedesaan yang hidup dari pertanian intensif.
13)
Daerah
kebudayaan Bantu Timur, meliputi kebudayaan-kebudayaan suku-suku bangsa
bermasyarakat rumpun.
14)
Daerah
kebudayaan Bantu Tengah, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang sebagian
besar bermasyarakat rumpun dan hidup dari peladangan berpindah di hutan rimba.
15)
Daerah
kebudayaan Bantu Barat Daya, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang
berdasarkan masyarakat rumpun dan hidup dari peladangan berpindah, tanpa
irigasi maupun bajak.
16)
Daerah
kebudayaan Bantu Tengah, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang dibagian
utara berdasarkan masyarakat rumpun, tetapi dibagian selatan.
17)
Daerah
kebudayaan Choisan, meliputi kebudayaan suku-suku bangsa yang hidup mengembara
dari berburu dan meramu.
18)
Daerah
kebudayaan Madagaskar, meliputi kebudayaan suku bangsa bermasyarakat rumpun di
daerah pantai Timur hidup dari peladangan berpindah tanpa irigasi dan bajak.
G.
Daerah-daerah Kebudayaan di Asia
Kroeber membagi kawasan Asia ke dalam tujuh bagian,
yaitu:
1)
Daerah
kebudayaan Asia Tenggara
2)
Daerah
kebudayaan Asia Selatan
3)
Daerah
kebudayaan Asia Barat Daya
4)
Daerah
kebudayaan Cina
5)
Daerah
kebudayaan Stepa Asia Tengah
6)
Daerah
kebudayaan Siberia
7)
Daerah
kebudayaam Asia Timur Laut
H.
Suku-suku Bangsa di Indonesia
Van Vollenhoven membagi Indonesia ke dalam 19 daerah,
yaitu:
1.
Aceh
2.
Gayo-Alas dan Batak
3.
Nias dan Batu
4. Minangkabau
5. Mentawai
6. Sumatera
Selatan
7. Enggano
8. Melayu
9. Bangka dan
Belitung
10. Kalimantan
11. Sangir-Talaud
12. Gorontalo
13. Toraja
14. Sulawesi
Selatan
15. Ternate
16. Ambon
17. Kepulauan Barat Daya
18. Irian
19. Timor
20. Bali dan
Lombok
21. Jawa Tengan
dan Jawa Timur
22. Surakarta
dan Yogyakarta
23. Jawa Barat
I.
Ras, Bahasa, dan Kebudayaan
Perbedaan
ras antar manusia di muka bumi, mencapai suatu kemnatapan sejak beberapa ratus
ribu tahun yang lalu, ketika persebaran ras-ras homo sapiens mencapai jarak
maksimalnya.
BAB VIII
ETNOGRAFI
A.
Kesatuan Sosial dalam Etnografi
·
Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa
atau lebih
·
Kesatuan masyarakat yang terdiri dari penduduk
mengucapkan satu bahasa atau satu logat bahasa
·
Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh garis batas
suatu daerah politis administrative
·
Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh
rasa identitas penduduknya sendiri
·
Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh suatu
wilayah geografi yang merupakan kesatuan daerah fisik
·
Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologi
·
Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang mengalami
satu pengalaman sejarah yang sama
·
Kesatuan masyarakat dengan penduduk yang frekuensi
interaksinya satu dengan lain tingginya merata
·
Kesatuan masyarakat dengan susunan sosial yang
seragam
B.
Kerangka Etnografi
Pembagian ke
dalam bab-bab tentang unsur-unsur kebudayaan menurut suatu tata urut yang sudah
baku disebut kerangka etografi. unsur-unsur kebudayaan universal, yaitu:
bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem
pengetahuan, kesenian, dan sistem religi.
C.
Lokasi, Lingkungan Alam, dan Demografi
Etnologi
dilengkapi data demografi, yaitu data mengenai jumlah penduduk yang diperinci
dalam jumlah wanita dan jumlah pria, dan sedapat mungkin juga menurut tingkat
umur dengan interval lima tahun, dan mengenai laju kelahiran dan kematian,
serta perpindahan penduduk.
D.
Asal Mula dan Sejarah Suku Bangsa
Asal mula
suku bangsa biasanya dicari dengan mempergunakan tulisan para ahli prehistori
yang pernah melakukan panggilan dan analisis benda-benda kebudayaan. Untuk
mencari keterangan mengenai zaman prehistori suatu suku bangsa, maka seorang
ahli antropologi cukup membaca laporan hasil penggalian dan penelitian para
ahli prehistori.
E.
Bahasa
Ciri-ciri
suku bangsa dapat diuraikan pengarang etnografi dengan cara menempatkannya
dalam klasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga, dan
subkeluarga bahasanya yang wajar, dengan beberapa contoh fonetik, fonologi,
sintaksis, dan semantic.
F.
Sistem Teknologi
Ada delapan
macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik dipakai manausia yang hidup
berpindah-pindah atau pedesaan yang hidup dari pertanian, yaitu:
1.
Alat-alat produksi
2.
Alat membuat api
3.
Senjata
4.
Wadah
5.
Makanan
6.
Pakaian
7.
Tempat berlindung dan perumahan
8.
Alat-alat transportasi
G.
Sistem Mata Pencarian
1. Sistem Mata Pencarian Tradisional
Berbagai
mata pencarian dan sistem ekonomi, yaitu: berburu dan meramu, beternak,
bercocok tanam di lading, menangkap ikan, bercocok tanam menetap dengan
irigasi.
2. Memburu dan Meramu
Permasalahan
seperti hak ulayat dan milik atas wilayah berburu, sumber air, senjata,
perangkap, alat transportasi sama dengan masalah sumber alam dan modal.
Persoalan susunan kelompok dan hubungan antar mereka sama dengan masalah tenaga
kerja.
3. Beternak
Dalam hal
mempelajari masyarakat peternak, ilmu antropologi menaruh perhatian terhadap
masalah yang sama dengan bentuk mata pencarian lain, yaitu masalah tanah
peternakan dan modal, masalah tenaga kerja, masalah produksi dan teknologi
produksi.
4. Bercocok Tanam di Ladang
Penelitian
para ahli antropologi mengenai pola-pola hubungan dan penjualan, yaitu penelitian
mengenai masalah pemasaran hasil bercocok tanam di lading sangat penting.
5. Mengangkap Ikan
Sumber alam
dalam usaha mencari ikan menyangkut hak ulayat daerah mencari ikan. Masalah
tenaga kerja menyangkut usaha seperti gotong royong dan cara mengerahkan
tenaga. Masalah teknologi produksi menyangkut cara-cara menangkap ikan dan ilmu
perikanan. Masalah distribusi menyangkut organisasi penjualan dan distribusi ke
pasaran.
H.
Organisasi Sosial
1. Unsur-unsur Khusus dalam Organisasi Sosial
Setiap
kehidupan masyarakat diorganisasikan atau diatur terbagi ke dalam
lapisan-lapisan, maka tiap orang diluar kamu kerabatnya menghadapi lingkungan
orang-orang yang lebih tinggi daripadanya dan yang sama tingkatnya.
2. Sistem Kekerabatan
Prinsip-prinsip
kekerabatan, yaitu:
·
Prinsip bilateral
·
Prinsip keturunan patrilineal
·
Prinsip matrilineal
·
Prinsip ambilineal
I.
Sistem Pengetahuan
1. Perhatian Antropologi terhadap Pengetahuan
Dasar-dasar
cara berpikir yang berbeda itu maka orang dalam masyarakat yang rendah tidak
dapat mempunyai ilmu pengetahuan seperti dalam dunia modern.
2. Sistem Pengetahuan
Pengetahuan
dan konsepsi tentang ruang dan waktu juga ada dalam banyak kebudayaan yang
belum terpengaruh ilmu modern.
J.
Sistem Religi
1. Perhatian Ilmu Antropologi terhadap Religi
Dua hal
menyebabkan perhatian besar terhadap religi, yaitu:
·
Upacara keagamaan dalam kebudayaan suatu suku bangsa
biasanya merupakan unsur kebudayaan yang tampak secara lahir
·
Bahan etnografi mengenai upacara keagamaan
diperlukan untuk menyusun teori-teori tentang asal-mula religi.
2. Unsur-unsur Khusus dalan Sistem Religi
Emosi
keagamaan merupakan unsur penting dalam suatu religi, dan ada tiga unsur yang
lain, yaitu:
·
Sistem keyakinan
·
Sistem upacara
·
Suatu umat yang menganut religi itu
K.
Kesenian
1. Kesenian dalam Etnografi
Perhatian
terhadap kesenian atau segala ekspresi hasrat manusia akan keindahan, dalam
kebudayaan suku-suku bangsa.
2. Lapangan-lapangan Khusus dalam Kesenian
Dipandang
dari sudut kesenian, ada dua lapangan besar, yaitu:
·
Seni rupa, kesenian yang dinikmati oleh manusia
dengan mata
·
Seni suara, kesenian yang dinikmati oleh manusia
dengan telinga
Komentar
Posting Komentar